Angkasa Pura 2

DAMRI dan Layanan Angkutan Umum di Kaltara

Koridor SDMMinggu, 22 Juli 2018
IMG-20180722-WA0003

IMG-20180722-WA0004

KALTARA (BeritaTrans.com) - Sejak terbentuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) 22 April 2013, baru ada layanan transportasi umum oleh Perum DAMRI April 2016. Saat ini Bus milik Perum DAMRI melayani tiga rute, yaitu Tanjung Selor – Malianu (197 km), Tanjung Selor – Berau (101 km) dan Malianu – Salang (121 km).

Ketiga rute ini dilayani angkutan bus perintis. Melihat perkembangan terkini untuk jalur Tanjung Selor – Malinau sudah selayaknya tidak perlu mendapat subsidi lagi dari pemerintah.

Subsidi dapat dialihkan ke rute lain yang lebih memerlukan. Tingkat isian (load factor) sudah melebihi 70 persen dan ditambah lagi masih mendapat tambahan dari angkutan logistik. Walaupun logistik yang dibawa banyak yang berasal dari Tanjung Selor. Sementara sebaliknya dari Malinau belum banyak logisitik yang dibawa.

Sebagian besar logistik di Prov. Kaltara mengandalkan jalur sungai. Lebih murah dan efisien. Jaringan jalan belum dapat menjangkau seluruh pemukiman penduduk. Baru dapat menghubungkan ibukota kabupaten dan sebagian wilayah perbatasan dengan negara tetangga Malaysia. Masih banyak dusun-dusun di Kaltara yang dilayani melalui angkutan sungai. Sungai masih menjadi andalan mobilitas sebagian besar warga Kaltara.

Sebelumnya jalur Tanjung Selor –Malinau sudah terlayani angkutan sewa (travel) plat hitam yang tarifnya sekitar Rp250 ribu per orang. Menggunakan Bus DAMRI cukup membayar Rp130 ribu jika lancar cukup 6 jam sudah tiba di tempat tujuan.

IMG-20180722-WA0002

Jalur Tanjung Selor- Malinau merupakan jalur cukup ramai selain jalur Tanjung Selor (Kab. Bulungan Kalimantan Utara) – Tanjung Redeb (Kab. Berau, Kalimantan Timur). Armada bus yang digunakan sudah sesuai standar layanan angkutan umum, yakni dilengkapi pendingin. Penumpang dinyamankan dengan layanan Bus DAMRI yang berpendingin ini. Perjalanan jauh tidak terasa lelah sekali.

Seperti halnya di daerah lain, terutama di Jawa, di jalur ini juga ada tempat untuk beristirahat. Desa Sekatak Buji merupakan daerah yang cukup ramai dengan rumah makan. Desa Sekatak dihuni para pendatang dari Jawa dan Sulawesi. Daerah ini sudah sejak lama dijadikan tempat istirahat bagi yang bepergian antara Tanjung Selor – Malinau.

Apalagi sekarang di sekitarnya terdapat tambang emas dan beberapa perusahaaan kelapa sawit, turut menjadikan ramai hingga malam hari. Tidak hanya rumah makan, tetapi terdapat pasar tradisional dan beberapa pertokoan yang menjajakan kebutuhan keseharian bagi warga sekitar atau pendatang.

Rute Bus DAMR yang lain, seperti Malinau-Salang cukup membayar Rp50 ribu. Beroperasi sehari satu kali pulang pergi tiga jam perjalanan, kecuali hari Selasa dan Jumat tidak beroperasi. Rute Tanjung Selor-Berau Rp50 ribu tiga jam perjalanan.

Menggunakan travel dari Tanjung Selor ke Berau Rp120 ribu. Di jalur ini nampaknya warga lebih banyak memilih travel karena door to door walau lebih mahal. Dan perekonomian warganya lebih maju ketimbang ke Malinau.

*Djoko Setijowarno, (Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto, Semarang/hel)

loading...