Angkasa Pura 2

Peluang dan Potensi Pengembangan Rute Transportasi Umum di Kaltara

Koridor SDMMinggu, 22 Juli 2018
Djoko-  Orchard

KALTARA (BeritaTrans.com) – Dengan mulai meningkatnya perekonomian Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), tentunya mobilitas warga turut meningkat. Pemprov. Kaltara sudah meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera dikembangkan beberapa jalur yang memang menjadi kebutuhan untuk dilayani.

Sejak tahun 2016, Perum DAMRI sudah melayani tiga rute perintis di wilayah Pemprov Kaltara. Perkembangan dan animo masyarakat menggunakan transportasi darat di daerah ini cukup bagus. Sementara, moda angkutan perairan juga banyak dimanfaatkan warga masyarakat di ujung pulau Kalimantan tersebut.

Adapun rute yang diusulkan, seperti Tanjung Selor – Tideng Pale (Kab. Tana Tidung) sejauh 220 km diperkirakan memerlukan waktu 3 jam 30 menit, Tideng Pale – Malinau (47 km, 1 jam 20 menit), Tanjung Selor – Tanah Kuning (86 km, 2 jam 30 menit), Malinau – Long Loreh (68 km, 2 jam), Tanjung Selor – Long Beluah (82 km, 2 jam 30 menit), Sei Menggaris – Satuan Pemukiman (SP) 1 / SP 2 (84 km, 2 jam 30 menit), Pelabuhan Pembeliangan – Naputi (72 km, 2 jam 30 menit) dan Pelabuhan Pembeliangan – Sujau (60 km, 2 jam).

Untuk mengembangkan angkutan umum di Kaltara, tidak harus meminta bantuan Kemenhub untuk memberikan subsidi angkutan perintis. Pemprov. Kaltara juga dapat menyisihkan sebagian anggarannya untuk diberikan subsidi untuk rute yang diusulkan itu.

Provinsi Jawa Tengah misalnya, sudah melakukan subsidi angkutan umum untuk rute Bawen-Semarang sejauh 40 kilometer. Konsep membeli pelayanan (buy the service) yang diterapkan. Tahun ini dikembangkan ke rute Purbalingga-Purwokerto dan tahun depan untuk rute Demak-Semarang.

Pemprov. Kaltara dapat belajar dengan Pemrov. Jawa Tengah untuk urusan layanan transportasi umum dalam skala kecil tetapi mulai bermanfaat bagi warga. Layanan angkutan umum perkotaan dapat pula diselenggarakan Perum DAMRI dengan pemkab setempat, tanpa meninggalkan operator perorangan yang sudah lebih dulu beroperasi. Mengajak operator itu dalam satu manajemen transportasi umum yang baru.

Daerah perbatasan di Kalimantan dapat diandalkan sebagai pengembangan perekonomian Indonesia ke depan. Selain dibangun jaringan jalan ke setiap pelosok negeri, harus diikuti pula layanan transportasi umum yang menjangkau kawasan tersebut. Daerah perbatasan bukan serba terbatas.

*Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang/hel

 

loading...