Angkasa Pura 2

Penertiban ODOL Sisakan Pertanyaan dan Masalah Bagi Kadin

KoridorSenin, 23 Juli 2018
Truk_Antri_Bakauheni

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Penertiban terhadap truk overdiemnsi dan overload (ODOL) akan dimulai pada 1 Agustus 2018 mendatang. Sanksi yang disiapkan untuk penertiban pelanggaran ini adalah penilangan, hingga penurunan barang muatan.

“Kebijakan ini merupakan langkah positif yang dilakukan pemerintah. Namun tentunya, kita semua masih memiliki beberapa pertanyaan maupun catatan terkait implementasi aturan ini nantinya di lapangan,”  Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto pada diskusi di Jakarta, Senin (23/7/2018).

Diskusi kali ini, lanjut dia, akan fokus tentang penertiban terhadap truk ODOL, dengan harapan diskusi ini akan memberikan kesamaan pemahaman seluruh stakeholder, sekaligus mencarikan solusi terbaik terkait persoalan ODOL nantinya.

Kesepahamaan terkait penertiban truk ODOL ini, menurut Meme, sapaan akrab dia, harus dipahami secara komperhensif, baik di kalangan para pelaku usaha angkutan truk, pemerintah tingkat pusat maupun daerah, instansi penegak hukum.

“Tidak kalah penting adalah kesepahamaan dengan para pemilik barang sebagai pengguna jasa angkutan truk,” papar Meme.

Kesepahamaan seluruh stakeholder pada angkutan jalan ini diperlukan untuk menumbuhkan semangat yang sama demi menekan terjadinya truk ODOL di jalan. “Pasalnya, tidak mungkin penertiban truk overdimensi dan overload ini  hanya dilakukan pelaku usaha truk sendirian,” terang Meme.(helmi)