Angkasa Pura 2

Keselamatan Pelayaran di Danau Toba Harus Jadi Budaya

DermagaSelasa, 24 Juli 2018
IMG_20180724_141852

SIMALUNGUN (beritatrans.com) – Danau Toba merupakan salah satu danau purba yang tidak banyak negara memiliki danau sejenis ini. Sehingga pemanfaatan dan pengelolaannya harus benar-benar serius, termasuk dalam aspek keselamatan pelayarannya.

Denikian disampaikan Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Dwi Budi Sutrisno saat membuka acara Bimbingan Teknis Keselamatan Pelayaran Danau Toba di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (24/7/2018).

IMG_20180724_142742

“Sangat sayang kalau Danau Toba hanya dikelola secara biasa-biasa saja. Standar pengelolaan aspek ekonomi dan keselamatannya harus berkualitas tinggi,” kata Dwi Budi.

Menurutnya, sebagai danau vulkano purba, potensi Danau Toba sangat banyak, seperti berpotensi menjadi daerah tujuan wisata dunia, perikanan, pelayaran, penelitian, dan banyak potensi lainnya.

IMG_20180724_142859

“Meskipun potensi pariwisata Danau Toba bagus, tapi kalau aspek keamanan dan keselamatannya tidak dijaga, turis jiga akan mempertimbangkan berulang kali untuk datang,” ujarnya.

Kejadian tragis tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun yang menimbulkan korban meninggam hingga ratusan orang harus menjadi pelajaran penting tentang betapa pentingnya budaya keselamatan berlayar.

IMG_20180724_144820

“Kejadian KM Sinar Bangun semestinya jadi moment bagi semua pihak untuk menumbuhkan budaya pelayaran yang berkeselamatan,” tuturnya.

Makanya, lanjut Dwi Budi, bimbingan teknis keselamatan berlayar seperti ini sangat penting. Penting bagi pemilik kapal, operator kapal, maupun para pejabat daerah yang ada di sekitar Danau Toba.

IMG_20180724_143323

Ketua Panitia Bimbingan Teknis Gigih Retnowati melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 120 orang. Terdiri dari 60 orang operator kapal dan 60 pejabat Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemerintah daerah setempat.

Para pejabat itu terdiri dari unsur Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perhubungan 7 Kabupaten di sekitar Danau Toba, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Sumatera Utara, dan Badan Otorita Percepatan Pengembangan Pariwisata Danau Toba.

IMG_20180724_152040

“Mereka akan mendapatkan pembelajaran terkait keselamatan pelayaran seperti rancang bangun dan stabilitas kapal, pengukuran dan pendaftaran kapal, keselamatan pelayaran, pencegahan dan penanggulangan pencemaran laut, dan kepelautan,” kata Gigih. (aliy)

loading...