Angkasa Pura 2

Peneliti Balitbanghub Erna Mei Lestari: Meneliti ke Kampar dan Harus Menginap di Mess Kelurahan

Litbang SDMKamis, 26 Juli 2018
IMG-20180726-WA0002

IMG-20180726-WA0004

JAKARTA (BeritaTras.com) – Erna Mei Lestari, SE, M.Ak, peneliti pertama Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) berhasil menyabet Juara I kategori Peneliti Pertama dalam acara Temu Karya Peneliti, Balitbanghub tahun 2018.

Dia sukses mempresentasikan hasil penelitian tahun 2017, dengan judul “Pembangunan Pelabuhan Sokoi Kuala Kampar, Kab, Palalawan”. Dalam lomba tersebut, Erna berhasil menyisihkan peserta lain sebanyak 9 naskah dari kategori Peneliti Pertama, Balitbanghub RI.

Karya tulis ilmiah itu berhasil dipaparkan dan dipertahankan di depan Dewan Juri dari LIPI dan Kemenristek Dikti di Jakarta, Rabu (25/7/2018). Bahkan tidak sedikit audiens yang ikut bertanya dan memperdalam hasil penelitian mengenai sektor kepelabuhanan ini.

Balitbanghub sendiri menyelenggarakan temu Karya Peneliti rutin setiap tahun, guna mendorong dan membangun semangat para peneliti untuk berkarya lebih baik bagi bangsa dan negara.

Kepala balitbanghub Sugihardjo mengatakan, para peneliti  Balitbanghub hendaknya mampu membuat karya penelitian yang lebih baik dan berbobot serta  memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Peneliti jangan hanya mampu menghasilkan out put yang baik, tapi bagimana menghasilkan out come bagi kebaikan transportasi nasional, bangsa dan negara. Kelak di akhir hayat menjadi bagian amal ibadah bagi si peneliti di Hari Kemudian,” sebut Jojo, sapaan akrab dia di depan puluhan peserta, kemarin.

Bagi Erna Mei Lestari, dia dan tim peneliti Balitbanghub tahun 2017 tak menyangka kalau hasil kerjanya mendapatkan penghargaan dan keluar sebagai Juara I dalam Temu Kaya Peneliti 2018.

“Awalnya, kita meneliti itu memang tugas kita di Balitbanghub. Kebetulan di lapangan banyak dibantu dan disokong data-data dan master plann dari Suku Dinas Perhubungan Pemkab Palalawan, Riau,” kata Erna dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com, kemarin.

Motivasi kita sejak awal, menurut Erna, bukan menjadi juara. Tapi, bagimana hasil penelitian dan kerja keras kita di lapangan bermanfaat bagi orang banyak, termasuk Pemkab Palalawan, Riau.

IMG-20180726-WA0003

 

Menginap di Mess Kelurahan

Bagi Erna, penelitian di Kab Palalawan ini adalah yang paling berat dilakukan selama bertugas di Balitbanghub. Lokasi penelitiannya jauh, harus jalan darat dari Pekanbaru, Riau. Selain itu, harus jalan menembus hutan dan daerah berawa-rawa.

“Untuk mencari data dan survey di lapangan daerah Kampar, kita bahkan harus menginap di Mess Kelurahan setempat. Selain itu. daerah tersebut memang termasuk kawasan remote area, sehingga fasilitasnya serba minim,” papar Erna.

Oleh karena itu, Erna tak lantas mengaku karya tulis itu hasil kerja dia seorang diri. Era jujur mengakui, ini kerja bersama tim termasuk bersinergi dengan aparat dan pejabat di daerah. “Meski harus diakui, saat presentasi karya tulis di depan Dewan Juri saya yang harus maju,” terang Erna.

Tugas kita ke depan, aku Erna, bagaimana para peneliti di Balitbanghub bisa terus berkarya dengan lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Selain harus terus belajar, juga turun dan survey ke lapangan, dan melakukan analisis dengan baik dan akurat agar bisa memberikan kesimpulan yang baik dan tepat,” urai Erna.

Yang menjadi pertanyaan saya, dan mungkin juga peneliti tim saya, bagaimana mampu meneliti, menganalisis dan memberikan konklusi atau kesimpulan  dan rekomendasi yang tepat.

“Kondisi dan tantangan di lapangan sangat berat. Selain itu, juga harus berhadapan para peneliti  senior kualitasnya lebih  bagus dan berpengalaman. Tap, ini tantangan bagi kita, bagaimana mampu berkarya dengan lebih baik lagi,” tandas Erna.(helmi)