Angkasa Pura 2

Jojo: Indonesia Membutuhkan Pemimpin Pintar dan Cerdas Serta Berani Mengambil Keputusan

Litbang SDMKamis, 26 Juli 2018
IMG-20180725-WA0005

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Indonesia termasuk di Balitbang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membutuhkan sosok pemimpin yang cardas, tangguh dan siap menghadapai dan menyelesaikan tantangan tugas yang kian berat.

“Indonesia membutuhkan pemimpin  yang pintar dan cerdas. Tapi, mereka juga harus berani dan tegas mengambil keputusan, tentunya keputusan tegas dan terukur bukan asal berani,” kata Kepala Balitbang Perhubungan Sugihardjo  di Jakarta, saat dikonfirmasi BeritaTrans.com. kemarin.

Pemimpin yang baik dan berhasil, lanjut dia, harus didukung data-data dan fakta yang akurat, sebagai acuan sebelum mengambil kebijakan. “Disinilah peran penting para peneliti bisa ikut berkontribusi. Para peneliti Balitbanghub RI bisa berkontribusi lewat hasil penelitian terbaiknya,” kata mantan Sekjen Kemenhub itu.

Sebagai orang pertama di Balitbanghub, Jojo, sapaan akrab dia, selalu mendorong para peneliti Balitbanghub dan institusi lain di Tanah Air untuk berkarya dan meneliti dengan lebih baik dan berbobot.

“Hasil penelitian kita harus baik dan berbobot. Kalau di Balitbanghub, bagaimana karya kita mampu mendorong dan memperbaiki kinerja dan pelayanan transportasi yang berkeselamatan. Itu tujuan akhir yang hendak kita capai,” kata Jojo.

Studi dan Penelitian Keluar Negeri

Oleh karena itu, jelas dia, kepada seluruh Juara I setiap kategori akan diberikan kesempatan untuk ikut belajar dan meneliti di luar negeri. “Negara tujuan penelitian sesuai kategori dan bidang kajian yang diangkat peneliti yang dinyatakan sebagai pemenang,” tukas Jojo.

“Dari penelitian di luar negeri, tentunya negara-negara dengan sistem dan pelayanan transportasi lebih baik,” papar Jojo.

Para peneliti mampu belajar dan menyerap seluruh ilmu dan pengalaman di lapangan. “Selanjutnya mengadopsi dan menerapkan di Indonesia, agar  layanan transportasinya lebih baik.”

“Sistem dan pelayanan transportasi di Indonesia perlu terus dibangun dan ditingkatkan kualitas dan kapasitasnya,” tandas Jojo.(helmi)