Angkasa Pura 2

Jembatan Suramadu, Icon Wisata Baru di Surabaya

Destinasi KoridorSenin, 30 Juli 2018
Jemnbatan Suramadu1

Jembatan-suramadu2

SURABAYA (BeritaTrans.com)  – Jembatan  Surabaya-Madura (Suramadu) kini sudah menjadi icon wisata di Kota Kota Surabaya. Belum lengkap berkunjung ke Kota Pahawan itu jika belum menjajal sensasi menyeberang ke Maduna, melalui jembatan sepanjang 5.000 meter (5 km) itu.

Sejak diresmikan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun  2009 lalu, sudah ribuan bahkan jutaan orang dan kendaraan wisatawan lokal atau asing menyeberang ke Pulau Garam  itu via darat. Selat Madura yang memisahkan kedua pulau  itu, bisa ditempuh dalam waktu singkat.

Jika tak ada aral melintang, kurang dari 30 menit sudah bisa menyeberang ke Madura atau sebeliknya kembali ke Surabaya, tepat di sisi barat Pantai Kenjeran, salah satu objek wisata ke Kota Buaya tersebut.

Pengalaman BeritaTrans.com menelusuri Jembatan Suramadu memang cukup asyik. Sepanjang jembatan,  di sisi kanan dan kiri jembatan  adalah laut. Sementara, bentang jembatan  sepanjang 5 km, ternyata di bawahnya masih bisa dilayari kapal-kapal termasuk kapal besar di bagian tengah jembatan.

Lintas penyeberangan Ujung Surabaya dan Kamal Madura juga masih ada dan siap melayani pengguna jasanya. Meski  diakui, frekuensi kapal penyeberangan dan load factor-nya tak sebesar dulu. Wajar, kini masyarakat mempunyai banyak pilihan. Selain naik kapal ferry, bisa langsung menyeberang dengan kendaraan masing-masing.

Saat diresmikan  dulu, tarif menyeberang di Jembatan Suramadu untuk kendaraan golongan I Rp30.000. Kini, tarif itu diturunkan menjadi Rp15.000 per kendaraan. Sementara, sepeda motor yang melintas di sisi kiri dan kanan Jembatan Surabaya sudah tak dipungut biaya, alias gratis.

Menyebrang melalui Jembatan Suramadu  sama halnya menyeberangi laut tapi dengan nuansa darat. Jika menyeberang di pagi atau sore hari, bisa langsung menyaksikan matahari terbit (sun rise)   dan saat sore melihat matahari tenggelam  (sun set)  langsung dari atas kendaraan masing-masing.

Angin laut yang sepoi-sepoi  serta aroma laut selama menyusuri Jembatan Suramadu juga menjanjikan nuansa tersendiri bagi penikmatnya. Yang pasti, menyeberangi Jembatan Suramadu dijamin beda dibandingkan jembatan lain di Indonesia bahkan di dunia.

IMG-20180801-WA0007

Empat Kabupaten

Tak berlebihan jika kini makin banyak warga Madura diperantauan jika pulang langsung naik kendaraan atau mobil  sampai ke kampung halamannya. Di Pulau Madura, ada empat kabutapen. Mulai ujung barat Pemkab Bangkalan,  Pemkab Sampang, Pemkab Pamekasan dan Pemkab Sumenep.

Setiap tahun, terutama pada saat Idul Adha atau Lebaran Haji, banyak warga Madura di perantauan terutama di berbagai kota di Jawa termasuk Jakarta mudik ke kampung halaman. Mereka itu sebagian besar naik mobil atau paling tidak  menyewa atau charter mobil dari Bandara Djuanda  menuju kampung halaman di Madura.

Bagi pecinta kuliner, baik di Surabaya atau Madura juga bisa mendapatkannya dengan mudah. Di Surabaya misalnya, ada Rawon Syetan, Soto Ambengan bahkan makanan laut khas Kota Surabaya.

Setelah sampai Madura, banyak produk kulier khas Madura yang siap memanjakan lidah para pengunjung. Mulai Sate Madura, Soto Madura, Bebek Madura yang kini mulai banyak ragam dan cita rasanya. Ada pula kerupuk khas Madura dengan aneka rasa yang enak dan nikmat itu.

Saat musim buah, banyak buah asli Madura mulai mangga, jeruk bahkan durian khas Madura yang dijajakan di sepanjang jalan di Pulau Garam itu. Pengunjung bisa memilih sesusai selera dan kemampuan kantongnya. Apapun bisa dan ada di Madura.(iskandar helmi)