Angkasa Pura 2

Ingat, Mulai Besok Pelanggaran ODOL di Jalan Raya akan Ditindak

KoridorSelasa, 31 Juli 2018
IMG-20180731-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menegaskan, mulai besok tanggal 1 Agustus 2018 akan menegakkan aturan mengenai overdimensi dan overload (ODOL).

“Kendaraan yang truk yang melanggar muatan atau overload sampai 100% akan diturunkan di tempat, masing-masing untuk jenis baja, semen dan pupuk,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Untuk tahap awal, lanjut dia, akan diberikan toleransi sampai 50%. Maksudnya, jika melanggar muatan sampai di atas  50% maka komoditas  akan diturunkan.

Sementara, untuk kendaraan pengangkut sembako, seperti beras minyak goreng, air mineral dan lainnya diberikan toleransi sampai 40%. “Jika kelebiham muatan sampau 40% akan dirurunkan,” jelas Dirjen Budi.

Dia menambahkan, toleransi kelebihan muatan atau overload untuk komoditas baja, semen dan pupuk diberikan sampai setahun ke depan. “Sementara, untuk komoditas sembako diberikan sampai 6 bulan ke depan,” kilah dia.

Selanjutnya, terkait pelanggaran dimenai kendaraan akan dicat merah dan harus dipotong. “Jika dalam waktu sebulan belum dipotong dan dirapikan jika  tertangkap lagi akan ditahan kendaraannya,” terang Dirjen Budi.

Bukan hanya itu, tambah dia, kalau terjadi dugaan pelanggaran berat akan dilakukan penyidikan. Hasimnya akan dilanjutkan ke proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk penegakan hukum ini, urai Dirjen Hubdat didampingi Dirbinkes  Hubdat Risal,  pihaknya menerapkan tiga jembatan timbang atau UPPKB. Mereka itu adalah JT Balonggandu, JT Losarang dan JT Widang.

“Jika ada kendaraan yang melanggar di tiga JT itu akan ditindak. Jika overload  diturunkan barangnya. Jika melanggar dimensi akan dicat merah dan arus dipotong sendiri,” tegas Dirjen Budi.(helmi)