Angkasa Pura 2

Truk ODOL Langgar UU dan Bisa Sebabkan Kecelakaan

Koridor OtomotifSelasa, 31 Juli 2018
IMG-20180731-WA0022

IMG-20180731-WA0006

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Truk yang  melanggar overloading dan  overdimension  (ODOL) melanggar UU LLAJ  dan  sangat mengabaikan aspek keselamatan. Truk ODOL jalannya lambat sehingga sering memau kemacetan di jalan raya.

“Hal ini dibuktikan  dengan banyaknya kecelakaan lalu lintas, yang disebabkan truk overloading  dan  overdimension,” kata Dirjen  Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, di  Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Contoh konkritnya, lanjut dia,  antara lain  adalah kasus (kecelakaan truk) di Bumiayu, Brebes (20/5/2018) silam. Kasus laka itu terjadi diawali dengan pelanggaran  overloading atau kelebihan muatan.

“Akhirnya kendaraan itu tidak seimbang, mudah untuk kecelakaan. Apalagi, waktu itu kendaraan  melewati flyover Kretek. Truk  langsung oleng menabrak perumahan, sampai menabrak orang dan mengakibatkan 12 meninggal dunia,” tuturnya.

Dengan banyaknya kasus kecelakaan yang diakibatkan truk overloading  dan overdimension, papar Dirjen Budi, Pemerintah akan memberikan sanksi yang tegas untuk kasus pelanggaran ODOL ini.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR mencatat, kerugian negera akibat truk muatan lebih (overloading) dan pelanggaran dimensi (overdimension) mencapai Rp43.5 triliun per tahun akibat kerusakan jalan yang ditimbulkan truk-truk ODOL ini.

Sayang Dirjen Hubday itu tidak menyebutkan sejak kapan kerugian itu terjadi. Yang pasti,  kerugian ini membuat jalanan cepat rusak sehingga yang harus menanggung perbaikan adalah negara.

“Kasus ini sudah terlampau lama, Pemerintah atau kemudian pengusaha menikmati keutungan besar dari overloading overdimension ini,”  tandas Dirjen Budi.(helmi)

loading...