Angkasa Pura 2

Dialog Nasional di Bandung, Menhub Budi Karya Ajak Audiens Kampanye Keselamatan di Jalan

Aksi Polisi Koridor SDMKamis, 2 Agustus 2018
IMG-20180802-WA0004

IMG-20180802-WA0002

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi mengajak masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa dan komunitas  sepeda motor di Kota Bandung peduli dan tingkat keselamatan di jalan raya.

Dalam Dialog Nasional di kampus UPI Bandung dengan tema: Keselamatan Tanggung Jawab Bersama”, Menhub memaparkan betapa pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Saat ini angka kecelakaan di jalan masih tinggi dan korban meninggal dunia sampai 31.000 per tahun. Jumlah itu harus ditekan dengan melibatkan semua pihak  terkait,” kata Menhub.

Menhub juga mengajak para pihak termasuk Polri dan Pemda  untuk bersama-sama meningkatkan  pemahaman dan kesadaran berlalu lintas. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama.

“Pada mudik Lebaran lalu kita buktikan. Dengan kerja keras dan sinergi semua pihak untuk menekan angka kecelakaan di jalan dan korbannya. Kalau Lebaran bisa, tentu selanjutnya juga bisa.

IMG-20180802-WA0003

Ajak Kampanye Keselamatan

Pada kesempayan itu, Menhub sengaja mengundang perwakilan mereka para audien untuk kampanye mengenai keselamatan dengan cara dan gayanya.

Sebanyak 16 orang perwakilan dibagi menjadi dua gelombang, diminta kampanye dan dinilai oleh Dewan Juri masing-masing  Wakapolda Bandung dan Rektor UPI Prof
Asep. Sedang gelombang kedua, menjadi Juri Dirjen Hubdat Budi Setiyadi.

Setiap sesi diambil dua pemenang dengan hadiah utama laptop. Sementara partisipasi yang lain mendapatkan hadiah helm dan langsung diserahkan Menhub Budi Karya.

Banyak materi disampaikan saat kampanye termasik masukan disampaikan cukup bagus dan beragam. Yang intinya mereka mengajak teman-teman pelajar dan mahasiswa untuk taat san tertib berlalu lintas sebagai upaya meningkatkan keselamatan.

“Keselamatan adalah utama dan nyawa manusia tak bisa ditukar dengan lainnya,” kata Winsa Dwi Utami salah satu pemenang kampanye keselamatan ini.

Sementara Wawan dari Lab School mengajak teman-temannya terutama yang belum mempunyai SIM dan belum beumur 17 tahun tidak ke sekolah dengan naik  sepeda motor.

“Tunggu sampai 17 tahun dan mempunyau KTP baru cari SIM dan kita bisa aman dan nyaman berkendara. Ingat, taati aturan dan petugas  di jalan agar tak terjebak pada kecelakaan,” harap Wawan.

Sementara, Ibu Lina salah satu perwakilan kaum perempuan mengajak masyaralat Indonesia khususnya kaum ibu untuk mendidik dan mengarahkan anaknya agar taat, sopan dan tertib berlalu lintas,” kata dia.

Lina menambahkan agar orang tua selalu mendidik dan memberikan pemahaman pada anak-anak  mengenai UU LLAJ agar mereka taat dan tertib berlalu lintas.

“Pada saatnya nanti, mereka sadar berlalu lintas. Implikasinya bisa  menekan dan menghindarkan anak-anak kita dari bahaya kecelakaan di jalan raya,” tandas Lina.(helmi)