Angkasa Pura 2

Pelaku Usaha Dukuñg Kemenhub Tertibkan Truk ODOL

Koridor OtomotifSabtu, 4 Agustus 2018
IMG-20180804-WA0039

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat,  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal mengatakan “Saya tekankan bahwa Pemerintah sangat serius menghadapi dan menyelesaikan permasalahan ODOL. Kebijakan  ini dan terus akan berkelanjutan, tidak akan berhenti di tengah jalan,” kata Risal di Jakarta, kemarin

Dikatakan, pengusaha sektor logistik baik dari Aptrindo dan Organda sudah siap mendukung kebijakan penertiban kendaraan yang melanggar atau overdimensi dan overloading (ODOL).

Yang meraka sampaikan ke kita atau Kemenhub, adalah konsistensi penegakkan aturan hukum tentan ODOL ini. “Jangan hanya sekarang keras, besok atau lusa lembek lagi. Dengan begitu, pelaku usaha bisa mengambil sikap dan keputusan yang jelas,” jelas Risal.

Laka di Tol 70% Kendaraan Berat

Sementara, Direktur Angkutan dan Multimoda Perhubungan Darat Ahmad Yani menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin bermain-main dengan keselamatan.

“Data menyebutkan, sekitar 70% kecelakaan yang terjadi di jalan tol itu melibatkan kendaraan berat, artinya kehilangan nyawa manusia itulan kerugian yang paling besar,” ujar Yani.

Dia menambahkan, “Yang kedua akibat Overload itu adalah kecepatan, kecepatan akan berkurang. Dampak selanjutnya berdampak pada kemacetan. Hitung lagi berapa biaya yang timbul dari kemacetan,” katanya diplomatis.

Yani menambahkan,  kini sudah waktunya kita harus memulai dan konsisten menegakkan aturan terkait ODOL. Indonesia harus bisa menyelesaikan maslah ODOL tahun 2018 ini juga.

“Menjadi penting karena ini merupakan tuntutan bagi transporter dan asosiasi pemilik barang,” tutup Yani.(helmi)