Angkasa Pura 2

PPD Kerjakan Bus Ramah Difabel Pesanan Asian Para Games 2018

KoridorMinggu, 5 Agustus 2018
IMG-20180805-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen Perum PPD komit menyelesaikan bus angkutan atlet  Asian Para Games tahun 2018. Bus tersebut harus dimodifikasi yang sesuai dengan atlet berkebutuhan khusus. “Kami optimis bus selesai tepat waktu. Pihak Panitia Asian Para Games 2018 pesan sebanyak 150 unit bus dari PPD. Bus  itu akan digunakan untuk angkutan atlet para games dari Wisma Atlet Kemayoran ke GBK dan berbagai venew di Jakarta,” kata Dirut Perum PPD Pande Putu Yasa kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin. Dikatakan, proses modifikasi bus untuk atlet Asian Para Games dilakukan di SBU Perawatan PPD di Depo Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). “Sebelum pelaksanaan Asian Para Games nanti, semua bus sudah siap dioperasikan,” jelas Putu. Sebanyak lima bus hasil modifikasi tahap pertama, menurut Putu, sudah diuji coba dari Wisma Atet Kemayoran dan dinyatakan memenuhi syarat. “Dalam uji coba yang dihadiri pihak  panitia dan Menko PMK Puan Maharani bus kita dinyatakan siap dan memenuhi syarat,” papar Putu. Kepala SBU Perawatan Perum PPBD Eko Wibisono kepada BeritaTrans.com mengatakan, pihaknya fokus bekerja untuk menyiapkan bus pesanan Asian Para Games itu. Kita bekerja dengan tiga shift sehari untuk mengerjakan bus sesuai pesanan panitia Asian Para Games. “Interior bus tersebut harus dikeluarkan, kursi atau jok dan lainnya sehingga bisa menampung atlet dengan kursi roda. Di sisi kanan dan kiri dilengkapi dengan safety belt dan pegangan bahkan ada stopper untuk setiap kursi roda,” kata Eko. Setiap bus hasil modifikasi nanti mampu mengangkut sembilan atlet berkebutuhan khusus, lengkap dengan peralatan olah raga yang dibutuhkan. “Sekali berangkat dari Wisma Atlet, setiap bus bisa mengangkut sembilan atlet Para Games. Bus dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ramah difable khususnya atlet Asian Para Games,” jelas Eko lagi. Dia menambahkan, bus ramah difable tersebut dibangun menggunakan sistem dan standard internasional khususnya dari AS. Selama ini Indonesia belum mempunyai standar bus untuk angkutan difable. “Kita menginisiasi dan menganut sistem di AS. Alhamdulillah, panitia Asian Para Games menerima dan bus PPD sudah menenuhi syarat. Kini di SBU Perawatan PPD bekerja sesuai prototipe yang ada dan sudah sesuai dengan standarr panitia Asian Para Games,” tukas Eko. Menurut pejabat Perum PPD itu, proses modifikasi bus ramah diable tak membutuhkan waktu terlalu lama. “Dalam waktu 1-2 hari sudah selesai. PPD bekerja dengan tiga shift dan dilakukan oleh SDM profesional. Kini, alat-alat dan bahan baku yang dibutuhkan tersedia di dalam negeri,” tegas Eko Wibisono.(helmi)

loading...