Angkasa Pura 2

Puskepi: Sebaiknya Dirut Pertamina Orang Profesional dan Tak Dekat Dengan parpol

Energi SDMMinggu, 5 Agustus 2018
Sofyano Zakaria (SZ)

Gedung Pertamina

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengamat Energi dan Direktur Puskepi Sofyano Zakaria menilai, calon Direktur Utama PT Pertamina (Persero0 bisa berasal dari dalam atau luar perusahaan migas itu. Yang terpenting, mereka memenuhi kriteria dan mampu memimpin perusahaan migas negara berkelas dunia itu.

“Sosok Dirut Pertamina harus bisa dan mampu diterima berbagai pihak dan tak menjadi soroton bagi partai politik (parpol) oposisi,” kata Sofyano saat dikonfirmasi BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Dikatakan, dalam proses pemilihan calon Dirut Pertamina ini, peran parpol oposisi pemerintah objektif dan berwawasan ke depan. “Jangan  sampai kritik yang mereka sampailan membikin kinerja dan kebijakan Pertamina selalu mendapat kritik yang bisa membuat langkah pertamina tersendat sendat,” jelas Sofyano lagi.

Disebut-sebut, teka-teki siapa calon pemimpin PT Pertamina (Persero) masih tanda tanya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi tiga nama yang diajukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Beredar santer di masyarakat, kini ada dua nama yang dijagokan menjadi orang nomor satu di Pertamina. Mereka adalah Syamsu Nur Alam, mantan Direktur Hulu Pertamina dan Hanung Budya Y, mantan Direktur Pemasaran Pertamuna.

Menurut Puskepi,  hal penting diperhatikan untuk memilih orang nomor satu di Pertamina adalah orang yang profesional di bidang migas dan tak berkaitan dengan parpol.

“Sebaiknya Dirut Pertamina sebaiknya adalah orang  profesional yang tidak punya track record dekat dengan parpol (partai politik). Dengan begitu, tidak menimbulkan kegaduhan politik di saat jelang Pilpres ini,” kilah Sofyano.

Sementara,  permasalahan yang dihadapi Pertamina saat ini dan ke depannya cukup berat. Pertamina harus sukses dan mamu menjadi perusahaan migas kelas dunia. Selain itu, Pertamina juga bisa melayani kebutuhan rakyat, terutama dalam distribusi migas dan gas untuk konsumsi di dalam negeri.

Oleh sebab itu, menurut Puskepi, diperlukan sosok pemimpin yang handal, profesional, juga memahami bisnis minyak dan gas (migas).

“(Dirut Pertamina) Juga paham masalah Pertamina, paham lika liku internal Pertamina dan pandai berinteraksi dengan pekerja serta punya kedekatan dengan pemerintah dan DPR,” tukas dia.

Puskepi menambahkan, Presiden Jokowi harus memperhatikan isu beredar di sekitar Pertamina dalam memutuskan nama  yang tepat untuk memimpin Pertamina.

“Isu yang sudah beredar ada ‘mafia migas’ juga mengusung calon. Masalah ini harus mendapat perhatian serius dari Presiden selaku Ketua TPA (Tim Penilai Akhir),” pungkas Sofyano.(helmi)