Angkasa Pura 2

Bantu Korban, BNPB NTB Akan Bangun Posko Darurat di Lombok Utara

Another NewsSenin, 6 Agustus 2018
Dampak Gempa Lombok

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kabid Kedaruratan BNPB Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Agung Pramuja mengatakan,  pihaknya terus memantau dan memberikan bantuan pada para korban akibat bencana gempa di Lombok Utara, NTB.

“Sampai Senin (6/8/2018) pagi, tercatat jumlah korban jiwa dan harta paling banyak di daerah Lombok Utara. Sekitar 80% rumah warga di Lombok Utara rusak akibat guncangan gempa dahsyat. Mulai retak-retak sampai rubuh,” kata Agung Pramuja, Senin.

Berikutnya, korban dan kerusakan rumah warga terjadi di daerah Lomnok Barat,  sekitar 30-40% rumah warga juga rusak, dan sedang,

BNPB NTB, menurut Agung, pihaknya akan mendirikan Posko Bencana gempa di Lombok Utara NTB. dari Posko ini nanti akan dikoordiansikan seluruh bantuan kemanusiaan dan pendistribusiannya kepada para korban.

“Padi ini, bantuan kemanusiaan dari Pemprov NTB sudah  mulai dikirim, berupa  logistik, pakaian, makanan siap santap dan air mineral untuk korban pengunsi di daerah Lombok Utara,” kata Agung lagi.

Sebelumnya, Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB melaporkan,  Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. “Kondisi Senin malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan,” sebutnya melalui akun #bnpb.

Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan. Dua helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan. BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak.

Penanganan Darurat

Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat. TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada Senin (6/8/2018) pagi.

Fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar. Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya.

“Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan pada 6/8/2018 karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa. Akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh petugas,” tegas Sutopo Yuwono.(helmi/berbagai sumber)