Angkasa Pura 2

Kasus Pilot Gunakan Narkoba, Kemenhub Tunggu Update Kepolisian dan Siapkan Tindakan Tegas

Bandara Kokpit SDMSenin, 6 Agustus 2018
Gedung_Kemenhub1-553x400

JAKARTA ( BeritaTrans.com) – Kasus
penangkapan pilot gunakan narkoba atas nama BC di area Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (2/8/2018), Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan pihaknya masih menunggu informasi dan perkembangan lebih lanjut dari Polda Metro Jaya yang melakukan penangkapan.

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan M. Pramintohadi Sukarno menyatakan pihaknya tidak akan menoleransi pilot dan personel penerbangan lainnya yang menggunakan narkoba. Mereka akan diberikan sanksi sesuai dengan UU Nomor 1 tentang Penerbangan serta Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR).

“Kami akan tindak tegas dan memberi sanksi bagi Pilot yang menggunakan atau terkait dengan masalah narkoba karena membahayakan keselamatan penerbangan,” ujar Praminto, Senin (6/8/2018).

Dia memaparkan, sebagai tahap awal apabila pilot terindikasi menggunakan narkoba, yang bersangkutan tidak boleh menerbangkan pesawat (grounded) mulai dari saat ditangkap hingga keluar hasil pemeriksaan dari pihak yang berwajib yang menyatakan dirinya negatif narkoba.

Jika pilot tersebut positif menggunakan narkoba, maka lisensi pilotnya akan langsung dibekukan, dan yang bersangkutan akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Dari laporan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU), pilot BC adalah pilot yang mempunyai lisensi sebagai Captain Pilot dengan type rating Boeing B737 NG,” ungkap dia.

Praminto menuturkan, sesuai aturan keselamatan penerbangan sipil internasional Annex 1 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tentang Personil Licensing, setiap pilot harus melakukan medical examination (medex) tiap enam bulan sekali di Balai Kesehatan yang sudah tersertifikasi. Selain itu, pada saat sebelum terbang juga harus dilakukan pengecekan kembali oleh petugas kesehatan maskapai bahwa yang bersangkutan laik untuk menerbangkan pesawat.

Sedangkan terkait narkoba, Praminto melanjutkan bahwa Ditjen Hubud selalu melakukan tes narkoba kepada pilot dan personel penerbangan lainnya di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara.

“Kami segera melakukan lagi tes narkoba kepada seluruh inspektur DKPPU yang akan dilakukan oleh Balai Kesehatan Penerbangan (Hatpen) dan Sosialisasi Perang Terhadap Narkoba. Kami juga akan mengundang seluruh Maskapai Penerbangan dan staf DKPPU,” tutur dia. (omy)