Angkasa Pura 2

B20 Tak Masalah, Sudah Dijual SPBU di Jabodetabek Sejak 2016

Energi Koridor OtomotifSelasa, 7 Agustus 2018
Biosolar SPBU

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPPKS), Kementerian Keuangan Edy Wibowo mengatakan, kualitas bahan bakar nabati (BBN) dengan campuran 20% atau B20 yang akan diterapkan September 2018 baik dan laik pakai.

“BBN B20 sudah mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku, Fame atau campuran minyak kelapa sawit mengikuti ketentuan Ditjen EBTKE dan Solarnya sesuai ketentuan Ditjen Migas Kementerian ESDM,” Direktur Penyaluran Dana BPDPPKS Edy Wibowo di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Edy menyampaikan itu saat mendampingi Dirjen Hubdat Budi Setiyadi dalam jumpa pers mengenai kesiapan pemberlakukan B20 di Indonesia. Sesuai amanat UU, BBM jenis B20 akan diberlakukan ada 1 September 2018 mendatang.

Dari sisi kualitas, lanjut dia, B20  tak masalah. Bahka B20 atau biosolar sudah dijual di SPBU di Jabodetabek sejak 2016 dan tidak bermasalah.

“Sebenarnya tak ada yang perlu dipermasalahan dengan B20 ini. Masyarakat terutama truk dan bus yang beroperasi di Jakarta sudah biasa menggunakan B20,” jelas Edy.

Oleh karena itu, pejabat Kemenkeu  itu meminta masyarakat khususnya pengusaha truk dan bus baik anggota Aptrindo dan Organda tak perlu risau. Sejak dua tahun terakhir, kendaraan mereka praktis sudah mengonsumsi B20.

“BBM dengan kandungan B20 sudah berlaku dan dijual di seluruh SPBU di Jabdetabek. Cuma mungkin belum diumumkan secara resmi kandungan BBM Biosolar yang selama ini mereka konsumsi,” papar Edy.

Lolos Uji Emisi

Sementara, Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Pengujian Kendaraan Bermotor  (BPLJSPKB) Ditjen Hubdat Caroline menambahkan, dari sisi Kemenhub, emisi gas buang dari empat kendaraan yang diuji di BLJSPKB Bekasi aman dan masih dibawah ambang batas.

“Dari sisi emisi gas buang, penggunaan B20 tak masalah dan bisa digunakan secara massal di Indonesia,” kata Carolin saat dikonfirmasi BeritasTrans.com dan Aksi.id.

Caroline menambahkan, lembaga yang dipimpinnya hanya diberi kewenangan untuk melakukan uji emisi gas buang. “Hasil uji lab di BPLSPKB Bekasi penggunaan B20 tak masalah dan dinyatakan lolos uji emisi,” tegas dia.(helmi)