Angkasa Pura 2

Naikan Kesejahteraan, Grab Optimis Pengemudi Ojol Tak Demo

KoridorSelasa, 7 Agustus 2018
grabbike-aaaaa_20160315_110105

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata meyakini banyak mitra pengemudi Grab yang tidak senang dan tidak akan ikut demo saat perhelayan Asian Games di Jakarta tanggal 18 Agustus 2018 mendatang.

Jika sampai demo dan mogok kerja ojek online (Ojol), pengaruhnya tidak ada yang mau ambil order. Ahasil malah memperkecil pendapatan mitra. Kalau tuntutan mereka adalah kenaikan kesejahteraan sudah dilakukan.

“Kami selalu melihat dua sisi, yakni mitra pengemudi dan penumpang. Tentunya kami menentapkan berapa yang bisa diterima,” ujar Ridzki di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Namun begitu, pihak Grab tidak menyoalkan bila mana mitra ingin berdemo, karena itu bagian dari kebebasan pendapat. Hanya menyayangkan bila dilakukan saat Asian Games 2018.

“Saya rasa kurang tepat. Karena ajang akbar Asian Games itu membawa nama Indonesia. Sebaiknya kita bersama-sama mensukseskan Asian Games,” papar Ridzki.

Dia menambahkan, Grab sudah memberikan peningkatan pendapatan mitra pengemudinya, pihaknya meramu penyesuaian tarif serta teknologi untuk mendorong produktivitas.

Ada tiga instrumen  yang Grab Indonesia untuk menaikkan pendapatan mitra pengemudi, yakni:

1. Pendapatan mitra GrabBike direview secara berkala telah mengalami peningkatan sebesar 12% per bulan dalam 3 bulan terakhir melalui peningkatan layanan GrabBike, GrabExpress dan GrabFood.

2. GrabBike telah menaikkan argo minimum setiap perjalanan dari Rp.5.000 menjadi Rp.7.000 sehingga telah menaikkan tarif per km dari Rp.1.600 menjadi Rp.2.300 untuk perjalanan jarak pendek.

3. Melalui peningkatan teknologi berdasarkan masukan mitra pengemudi aktif, GrabBike telah meningkatkan rata-rata tarif per km secara berkala jauh diatas Rp.2.000.(helmi).