Angkasa Pura 2

Pemerintah Review Target Realisasi Renstra Pembangunan Jalur Kereta Api

EmplasemenSelasa, 7 Agustus 2018
IMG_20180806_163349

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah mengkaji ulang atau review target realisasi Rencana Strategis (Renstra) pembangunan jalur kereta api selama 5 tahu atau dari 2015 hingga 2019. Ketiadaan dana adalah menjadi salah satu penyebab utamanya.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri saat jumpa pers pencapaian kinerja pembangunan perkeretaapian di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Zulfikri mengatakan, berdasarkan rencana awal Renstra perkeretaapian adalah membangun 3.258 km jalur kereta dengan kebutuhan dana sekitar Rp233 triliun rupiah

Rencana pembangunan jalur kereta api dalam rencana strategi (Renstra) 5 tahun atau dari 2015 hingga 2019 diperkirakan tidak tercapai. Pemerintah sebelumnya menargetkan dalam 5 tahun membangun 3.258 km jalur kereta.

“Kerangka pendanaan sebesar itu terdiri dari Rp62,5 triliun atau 27% berasal dari APBN. Sisanya, sebesar Rp171,7 triliun atau 73% berasal dari pendanaan alternatif,” kata Zulfikri.

Target dan skema pendanaan awal yang direncanakan tersebut ternyata dalam implementasinya tidak sesuai target karena kontribusi pendanaan alternatif sangat minim.

Setelah meninjau kembali pemerintah menyadari target itu sulit tercapai. Secara realistis target renstra yang dapat dicapai selama 5 tahun sebanyak 50% atau sekitar 1349,88 km. Dana yang dibutuhkan pun mengalami perubahan menjadi Rp127,2 triliun.

“Sedangkan skema pendanaannya yang semula 27% APBN dan 73% bersumber dari pendanaan alternatif, berubah menjadi 71% bersumber dari APBN dan 29% dari dana alternatif.

Zulfikri juga menyampaikan dengan skema pendanaan saat ini dan ketersediaan dana APBN hingga tahun 2019, target revisi itu pun tampaknya bakal sulit dicapai.

“Dengan proyeksi anggaran saat ini hingga tahun 2019 diperkirakan hanya tercapai 1.157 km pembangunan jalur kereta api,” kata Zulfikri. (aliy)

loading...