Angkasa Pura 2

Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana Untuk Warga di Daerah Rawan Bencana

Another News SDMSelasa, 7 Agustus 2018
IMG-20180807-WA0001

IMG-20180807-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerbitkan “Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana”. Buku terbitan tahun 2017 itu memuat beberapa bab berisi semua hal terkat bencana dan upaya penanggulangannya.

Buku saku itu diterbitkan oleh Pusat Data Informasidan Humas BNPB setebal  75 halaman. Buku saku tersebut bisa dibaca secara online atau diunduh, jika sulit mendapatkan buku aslinya dari BNPB.

Buku ini layak dan perlu dibaca dan dipelajari oleh bangsa Indonesia, terutama mereka yang hidup dan tinggal di daerah rawan bencana. Sepantasnya, bangsa ini sadar dan peduli sekaligus siaga akan terjadinya bencana.

IMG-20180807-WA0004

Indonesia bukan hanya negeri yang kaya raya. Tanahnya subur dan apapun bisa ditanam, seperti lagu yang populer “Tongkat dan kayu jadi tanaman.” Tapi, dibalik semua itu, negeri ini juga menyimpan potensi dan ancaman mencana yang bisa muncul setiap saat.

Indonesia, harus diakui termasuk daerah rawan bencana. Kepulauan Nusantara dilintasi sabuk api dunia, dan banyak gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa erupsi dan menimbulkan bencana bagi orang dan alam seitarnya.

Gunung, lembaga, ngarai, sungai dan danau selain menyimpan kekayaan, juga bisa menjadi sumber terjadinya bencana yang mengancam jiwa manusia di sekitarnya. Masalah ini yang harus dipahami, sekaligus menyikapinya dengan baik.

IMG-20180807-WA0003

Ragam Bencana di Indonesia

Menurut catatan BNPB, Indonesia memang kawasan rawan bencana. Jenis dan ragama bencana itu antara lain gempa bumi, tsunami, erupsi, banjir dan longsor,  air rob, kekeringan, kebakaran hutan dan lainnya.

Semua harus diantisipasi, menyiakan diri degan baik. Saat bencana tiba, bisa menyelamatkan diri dengan baik, aman dan cepat. Semua itu tertuang dan disebutkan secara rinci dalam Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana”.

Paling tidak, bencana ada tanda-tanda yang mengawalinya dan bagaimana harus menyiapkan diri. Saat bencana terjadi, kita juga bisa menyelamatkan diri bahkan membantu orang lain yang tertimpa musibah.(helmi)