Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Ajak Grab Indonesia Bangun UPPKB di Indonesia

KoridorRabu, 8 Agustus 2018
IMG-20180807-WA0015

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Angkutan dan Multimoda (AMM) Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat), Kementerian Perhubungan Ahmad Yani, ATD, MT mengajak dan membuka kesempatan pihak swasta termasuk aplikator angkutan online Grab Indonesia, untuk masuk ke bisnis jasa pengujian kendaraan bermotor.

“Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator mengajak swasta masuk ke bisnis ini, tentunya dengan tetap mengikuti aturan dan sertifikasi dari Pemerintah sebagai regulator,” kata Ahmad Yani dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Saat ini sudah ada 43 Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) baik Pemeritah, Pemda dan swasta yang mendapatkan sertifikasi dan melayani masyarakat umum. “Jumlah (UPPKB) itu bisa bertambah, karena memang dibuka kesempatan pihak ketiga masuk ke bisnis ini,” kata Yani lagi.

Biaya atau investasi yang dibutuhkan tak terlalu besar. Dan potensi usahanya cukup menjanjikan, sejalan dengan penambahan kendaraan angkutan umum penumpang dan barang di Indonesia.

“Investasi sekitar Rp10 miliar, di luar biaya  pengadaan lahan dan pembangunan gedung. Jika ada pihak swasta yang berminat, silahkan  masukkan proposal nanti akan dibantu dan diproses sesuai ketentuan UU,” papar Yani.

Sementara, kebutuhan lahan untuk membangun UPPKB relatif kecil. Mungkin tanah seluas 500 meter sampai 1.000 meter sudah cukup. UPPKB berbeda dengan Jembatan Timbang yang membutuhkan gudang, lapangan penumpukan, kantor dan lainnya.

Grab Incar 4 Kota Besar Indonesia

Pada kesempatan tersebut, Managing Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengaku berminat. Pihaknya merencanakan membangun UPPKB di daerah Tangerang atau di wilayah Jabodetabek. Potensi bisnisnya ada, termasuk kendaraan para mitra pengemudi Grab Indonesia di kawasan ini.

“Rencana ini termasuk bagian ekspansi Grab Indonesia dan Asia Tenggara. Disiapkan dana US$700 juta untuk pengembangan usaha, termasuk di Indonesia,” kata dia.

Selain pembangunan UPKB di Tangerang atau Jabodetabek, jelas Ridzki, pihaknya juga berencana membangun UPPKB di empat kota besar lain di Indonesia, mereka itu adalah Medan, Bndung, Surabaya dan  Makassar.

“Sebelumnya kita sudah mempunyai rencana dan mempersiapkan proposalnya. Nanti akan diperbaharui, dan segera dimasukkan ke Ditjen Hubdat. Grab Indonesia serius ingin mengembangkan bisnis dan membangun UPPKB sendiri,” tandas Ridzki.(helmi)