Angkasa Pura 2

Jasa Marga dan Polri Lakukan Operasi ODOL di Jalan Tol Sebulan Sekali

Aksi Polisi Koridor OtomotifKamis, 9 Agustus 2018
IMG_20180809_222831

KARAWANG (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Jasa Marga, Tbk telah melakukan Operasi ODOL (overdimensi dan overloading) bersama pihak Polri, Kemenhub dan Dishub dengan melakukan melakukan penimbangan kendaraan yang diduga melanggan tonase atau overloading di jalan tol.

“Namun karena keterbatasan waktu dan SDM, operasi ODOL itu baru bisa dilakukan sebulan sekali,” kata VP Pelayanan dan Penindakan Jasa Marga Bagus dalam dialog mengenai ODOL di UPPKB Balonggandu, Karawang, Kamis (9/8/2018).

Operasi gabungan ini melibatkan Polri, lanjut dia, maka tindaan langsung (tilang) serta sanksi yang diberikan ditangani pihak Polri. Korlantas Polri langsung menangani pelanggaran ODOL di jalan tol itu.

“Jasa Marga sejak awal mendukung penertiban truk ODOL termasuk di Jalan Tol. Truk yang melanggar ODOL jelas sangat menganggu bahkan membahayakan keselamatan pengguna jasa lainnya,” jelas Bagus dalam dialog yang dipandu Direktur AMM Hubdat Ahmad Yani itu.

Dia menyebutkan, Jasa Marga mempunyai enam unit Portable movement yang bisa digunakan untuk pemeriksaan truk-truk yang melanggar ODOL di jalan tol. Namun karena berbagai kendala, termasuk keterbatasan lahan yang cukup untuk melakukan penimbangan, maka Operasi ODOL baru bisa sebulan sekali.

Dalam waktu dekat, menurut Bagus, Jasa Marga akan membangun proyek percontohan¬† Mini Portable di daerah Semarang Jawa Tengah. “Jasa Marga akan membangun semacam rest area yang cukup untuk menampung beberapa kendaraan dan dilakukan pemeriksaan dan penimbangan secara acak. Dengan begitu, Operasi ODOL di jalan tol bisa dikakukan secara periodik dan terjadwal,” tandas Bagus.

Operasi ODOL di Titik Rawan Laka

Direktur Gakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Pujiyono menambahkan, peralatan timbang portable ini sebenarnya cukup kecil, sekitar satu koper. Jadi alat tersebut bisa ditenteng dan dipindah-pindah untuk Operasi ODOL ini.

“Ada empat alat, yang dipasang dibawah ban dan disambungkan ke jaringan komputer. Setelah ditimbang, akan keluar struk berat, kendaraan, muatan dan jenis pelanggaran lainya,” kata dia.

Selama ini, Korlantas Polri baru bisa melakukan pemeriksaan dengan timbangan portable ini di beberapa titik rawan kecelakaan. “Sebelum titik tersebut akan dilakukan operasi dan dilakukan penimbangan truk yang diduga melanggar muatan.”

Hasilnya, menurut Puji, akan langsung kelihatan baik yang melanggar atau tidak. Sanksinya juga sudah jelas, sesuai ketentuan UU yang berlaku.

Namun karena keterbatasan personel, dan peralatan, maka Operasi ODOL di jalan tol atau di jalan arteri yang rawan kecelakaan belum bisa dilakukan secara periodik. “Demi¬† keselamatan, maka penimbangan itu baru dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan. Itu baru acak sifatnya,” tandas pari Polri itu.(helmi)