Angkasa Pura 2

Mantap, Angkasa Pura I Pertahankan Peringkat Triple A dari Pefindo

Bandara Ekonomi & BisnisKamis, 9 Agustus 2018
images-310

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantap, pengelola bandara PT Angkasa Pura I mampu mempertahankan peringkat idAAA (Triple A) dari lembaga rating PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan outlook stabil untuk periode 7 Agustus 2018 hingga 1 Agustus 2019.

Selain itu, Pefindo juga menetapkan kembali peringkat idAAA terhadap Obligasi I Angkasa Pura I Seri A, Seri B, Seri C tahun 2016 senilai Rp2,5 triliun dan peringkat idAAA (sy) terhadap Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I Seri A, Seri B, Seri C Tahun 2016 senilai Rp500 miliar untuk periode sama dengan periode rating secara korporasi.

“Peringkat tersebut diberikan Pefindo berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2018 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2017,” jelas Direktur Keuangan PT Angkasa Pura I (Persero) Novrihandri di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Peringkat tertinggi obligasi Angkasa Pura I yang diberikan dalam rangka pemantauan tahunan itu menggambarkan secara singkat menariknya obligasi Angkasa Pura I bagi investor.

“Peringkat ini juga menunjukkan bahwa risiko gagal bayar perusahaan yang sangat rendah, sehingga dapat memberikan gambaran kepada calon investor bahwa obligasi yang dikeluarkan Angkasa Pura I ini memiliki prospek yang baik sebagai instrumen investasi,” ungkapnya.

Peringkat-peringkat tersebut kata dia, mencerminkan dukungan pemerintah yang kuat kepada Angkasa Pura I karena peran strategis bandara, keunggulan kompetitif yang kuat dari ekonomi wilayah yang dilayani, dan marjin profitabilitas yang stabil. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi dalam jangka pendek ke menengah

Seperti diketahui, idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan Pefindo. Peringkat ini menunjukkan kemampuan penerbit obligasi (obligor) yang superior dalam memenuhi komitmen jangka panjangnya.

Novrihandri menambahkan bahwa dana yang diperoleh dari Obligasi dan Sukuk Ijarah ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi sejak awal perolehannya, sekitar 75% digunakan Angkasa Pura I untuk mengembangkan lima bandara.

“Yaitu Bandara Internasional Yogyakarta Baru, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sisanya digunakan untuk investasi rutin,” papar dia.

Tiga dari lima bandara tersebut yakni Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta Baru di Kulonprogo, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin; masuk ke dalam daftar proyek strategis nasional (PSN). Pada awal Juni 2018 lalu, Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang telah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menyusul Bandara Internasional Baru Yogyakarta yang ditargetkan dapat mulai beroperasi pada April 2019 dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada November 2019. (omy)