Angkasa Pura 2

2 Bandara Angkasa Pura I Sabet Penghargaan K3

BandaraJumat, 10 Agustus 2018
IMG-20171120-WA0085-539x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dua bandara kelolaan PT Angkasa Pura I (Persero) berhasil sabet penghargaan bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan.

Kedua bandaranya adalah Bandara Adi Soemarmo Solo memeroleh Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Bendera Emas dari Kementerian Ketenagakerjaan dan merupakan Bandara Pertama di Indonesia yang berhasil mendapatkan Sertifikat SMK3 Bendera Emas dengan hasil capaian 93,37% untuk Kategori Lanjutan.

Selanjutnya Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mendapatkan penghargaan Zero Accident Tahun 2018 dan penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di tempat kerja Tahun 2018 dengan peringkat Silver.

“Penerapan sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Angkasa Pura I (Persero) adalah suatu wujud komit dari jajaran Top Management untuk mematuhi Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap perusahaan yang pada proses bisnisnya memang selalu mengutamakan prinsip safety, security, services, dan compliance,” kata Direktur Operasi PT Angkasa Pura I (Persero) Wendo Asrul Rose di Jakarta, Jumat (10/8/2018). 

Tujuan K3 adalah memberikan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja tenaga kerja dan orang lain, menjaga aset atau sumber produksi perusahaan agar dapat digunakan secara aman dan efisien guna meningkatkan produktivitas serta menciptakan lingkungan tempat kerja yang selamat, sehat, aman dan nyaman bagi pegawai, pelanggan, mitra kerja, mitra usaha maupun pihak lain yang berada di lingkungan kerja perusahaan. 

Saat ini terdapat empat bandara Angkasa Pura I yang sudah mendapat sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Emas dengan Kategori Lanjutan (166 kriteria), yaitu Bandara Adi Soemarmo Solo dengan nilai 93,37% , Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dengan nilai 89,15%, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan nilai 89%, dan Bandara Ahmad Yani dengan nilai 87,35%. 

“Tahun 2018 ini ditargetkan sembilan bandara lainnya yang dikelola Angkasa Pura I dapat meraih sertifikat SMK3,” tutur dia.

Penghargaan ini juga menjadi pemicu untuk selalu menerapkan SMK3 secara konsisten, bukan hanya bagi insan Angkasa Pura I, tapi juga seluruh stakeholder yang berada di lingkungan kerja bandaranya. (omy)

loading...