Angkasa Pura 2

Angkasa Pura I dan TNI Angkatan Udara Sepakat Pendayagunaan Aset Tetap

Bandara KokpitJumat, 10 Agustus 2018
IMG-20180810-WA0029

BALI (BeritaTrans.com) – PT Angkasa Pura I (Persero) dan TNI Angkatan Udara melaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama mengenai Pendayagunaan Aset Tetap Perusahaan untuk Pembangunan Relokasi Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai serta Penandatanganan Perjanjian mengenai Penggunaan Bersama Pangkalan TNI Angkatan Udara Pattimura Ambon Sebagai Bandar Udara.

Pendatanganan Kesepakatan dan Perjanjian Kerja sama dilakukan Direktur Sumber Daya Manusia & Umum PT Angkasa Pura I (Persero) Adi Nugroho dan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara III Tamsil Gustari Malik di Ruang Rapat Novotel Bali Ngurah Rai Airport, Jumat (10/8/2018).

“Penandatangan kesepakatan bersama ini merupakan salah satu bentuk sinergi antarinstansi yang dilandasi semangat meningkatkan sarana dan prasarana di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali guna mendukung penyelenggaraan World Bank Group Annual Meeting 2018 Oktober mendatang,” jelas Adi.

Melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini Angkasa Pura I akan membangun bangunan Base Ops dan Safe House Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai bangunan pengganti Base Ops dan Safe House Lanud I Gusti Ngurah Rai yang terkena proyek pembangunan peningkatan kapasitas apron, yang terletak di sisi timur apron Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pihaknya, kata Adi, telah mempersiapkan beberapa hal untuk menyambut World Bank Group Annual Meeting 2018 salah satunya dengan menambah jam operasi menjadi 24 jam, peningkatan kapasitas runway menjadi 33 penerbangan per jam dari yang semula 30 penerbangan, Rapid Exit Taxiway dari 3 menjadi 4.

Selanjutnya penambahan parking Stand menjadi 63 dari kondisi eksisting sebanyak 53, penambahan counter check in internasional diperluas dan diperbanyak dari 96 unit konter check in seluas 2.470 meter persegi menjadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi, dan melakukan peningkatan kapasitas parkir kendaraan roda empat dari 600 unit menjadi 1.615 unit.

Melalui pengembangan ini akan mampu menambah kapasitas penumpang menjadi 22.650 penumpang per hari sehingga siap menyambut 17.000 delegasi dan 23 kepala negara pada IMF World Bank Annual Meeting 2018 pada Oktober.

Selain itu Penandatanganan Perjanjian antara Angkasa Pura I dan TNI Angkatan Udara juga meliputi operasional penggunaan bersama Pangkalan TNI AU Patimura sebagai Bandar Udara dan Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada TNI AU di Pangkalan TNI AU Pattimura. Adapun ruang lingkup perjanjian yang meliputi kegiatan operasional seperti Daerah Lingkungan Kerja, Rencana Induk Bandar Udara, Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan, dan Penetapan Jam Operasional Bandara.

Sedangkan ruang lingkup yang meliputi kegiatan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) adalah Status tanah, jangka waktu, aset bekas bandar udara, kontribusi tetap dan profit sharing.

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi – tingginya kepada TNI Angkatan Udara atas penandatanganan kesepakatan dan perjanjian kerja sama ini,” pungkas Adi. (omy)