Angkasa Pura 2

Dirjen Hubdat Tawarkan Dua Pelabuhan di Indonesia ke Mirage Perancis Untuk Pasang Perangkat IT

Koridor Telekomunikasi & PosJumat, 10 Agustus 2018
IMG-20180810-WA0001

IMG-20180810-WA0002

JAKARTA (Beritatrans.com) – Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjajaki kerja sama pembangunan  jaringan dan pemanfaatan information technology (IT) di sejumlah infrastruktur pelabuhan penyeberangan dan kapal ferry  serta Terminal Bus di Indonesia.

Hari ini, Jumat (10/8/2018) Mirage, perusahaan IT asal Perancis bersama mitra lokalnya PT  Mulia Jaya Harapan (MHJ) memaparkan visi misi dan produk layanan IT khususnya di bidang transportasi di depan Dirjen Hubdat Budi Setiyadi, didampingi Direktur Angkutan dan Multimoda (AMM) Ahmad Yani dan staf lainnya

Mirage  berdiri dan melayani masyarakat sejak 20 tahun silam, dan biasa mengerjakan proyek-proyek IT dari Pemerintah Perancis. Selain itu, juga menggarap jaringan IT perusahaan pelayaran ferry yang melayani pulau Reunion, Perancis di sisi utara Afrika.

Mirage melayani dan membangun jaringat IT di bidang ticketing (penjualan tiket), Proteksi Video rekaman dan Informasi perjalanan (travel information) secara elektronis.

Dengan sisten IT Mirage, sistem ticketing, pengawasan penumpang dan muatan (kargo)  bisa dikontrol dengan baik, cepat dan akurat. Mirage juga mempunyai sistem  pelayanan dan informasi parkir atau space kendaraan di atas kapal ferry dengan cepat dan akurat.

Usai pemaparan dari Mirage, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi  menyambut gembira dan meminta stafnya untuk segera menindaklanjuti. Bila perlu, mereka diajak survei untuk melihat kondisi di lapangan, sekaligus mencari solusi yang terbaik yang bisa diberikan Mirage.

“Saya kira, ada beberapa  pelabuhan dan dermaga UPT Ditjen Hubdat yang bisa menjadi proyek percontohan penerapan aplikasi IT dari Mirage ini,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi.

IMG-20180810-WA0003

Dua Pelabuhan Bisa Jadi Percontohan

Dia menambahkan, paling tidak ada dua pelabuhan yang bisa segera digarap bersama Mirage. Mereka adalah Pelabuhan di Gorontalo dan Pelabuhan di Danau Toba, Sumatera Utama. “Keduanya UPT Ditjen Hubdat dan bisa diterapkan sistem IT yang canggih dan lengkap seperti paparan dari Mirage,” terang Dirjen Budi.

Direktur AMM Ahmad Yani yang mendampingi menyambut gembira penawaran dari Mirage ini. “Ada baiknya kita segera turun dan survey ke lapangan bersama-sama. Bila mungkin secepatnya ke Gorontalo dan Danau Toba, untuk survey lapangan  dan mencari solusi yang terbaik bersama-sama,” jelas dia.

Sesuai arahan Dirjen Hubdat, menurut Yani, pihaknya akan segera mengkaji dan suervey bersama Mirage.  Bila mungkin, segera membuat proyek percontohan bersama penerapan IT dari Mirage ini.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari