Angkasa Pura 2

Grab Indonesia Ajak Masyarakat dan Konsumen Berdonasi untuk Mantan Atlet Nasional

Another News KoridorJumat, 10 Agustus 2018
IMG-20180807-WA0015

grab

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen Grab Indonesia melalui kerja sama dengan KitaBisa dan GrabRewards, mengajak seluruh konsumen dan warga negara Indonesia untuk memberikan donasi kepada para atlet yang pernah berjaya dan ikut mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Kita punya kesempatan berdonasi bersama untuk sebuah kemenangan bersama, menyemangati mantan atlet melanjutkan karya,” sebut pesan elektronik Grab Indoesia yang diterima BeritaTrans.com, di Jakarta.

Untuk memberikan donasi, caranya mudah dan tak harus mengeluarkan banyak uang. Cukup dengan uang Rp5.000 kita sudah bisa memberikan donasi untuk kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar.

Caranya: Silakan kunjungi halaman KitaBisa Klik “Donasi Sekarang”. Pilih metode pembayaran. Transfer ke nomor rekening yang tertera.Atau kamu bisa menukarkan 250 poin (senilai Rp5.000) di GrabRewards.

“Total donasi adalah penjumlahan dari donasi KitaBisa dan poin GrabRewards yang terkumpul selama periode penggalangan dana hingga 31 Agustus 2018,” sebut pesan elekttonik dari Grab Indonesia yang diterima  BeritaTrans.com, Kamis.

Menurut catatan Grab Indonesia, perhelatan Asian Games yang berlangsung di rumah sendiri, mengingatkan kami pada sederet nama mantan atlet peraih medali bagi Indonesia.

Kini, banyak mantan atlet yang nasib dan masa depannya tidak jelas. Padahal, prestasi mereka sudah mengharumkan nama bangsa negara di pentas dunia. Ayo kita berdonasi dan iut peduli pada mereka,” ajak Grab Indonesia.

Sulit melupakan nama besar seperti Nicolaas Thomas, Pascal W. Picaulima, Alexander Pulalo, Abdul Rojak, Ellias Pical, Sutiyono, Tati Sumirah, yang pernah menorehkan kemenangan bagi Indonesia lewat perolehan medali dan gelar juara dunia selama rentang tahun 1989-2000 awal.

Nicolaas Thomas adalah pemegang World Champion IBF kelas terbang mini 1989 yang saat ini aktif sebagai pelatih tinju lepasan. Pascal W. Picaulima, peraih medali emas SEA Games 1993 dan runner-up Kejuaraan Asia Pasfik Fukuoka Jepang 1994, saat ini juga pelatih voli lepasan.

Selanjutnya, Alexander Pulalo, pemain tim nasional periode 1998-2004 dan Member of Primavera di Italia Driver, kini melatih sepakbola paruh waktu.

Abdul Rojak, peraih medali perak Asian Games 1986, medali emas SEA Games 1987, medali perunggu SEA Games 1989, medali perak SEA Games 1991, juga melatih Taekwondo paruh waktu. Ellias Pical, pemegang World Champion IBF bantam (Junior Class) 1985-1987, sementara ini karyawan kontrak di KONI.
Sutiyono, peraih medali emas SEA Games 1979, saat ini melatih bersepeda paruh waktu. Dan Tati Sumirah, peraih Uber Champion 1975 dan medali perunggu Kejuaraan Dunia 1980, saat ini tanpa penghasilan tetap.(helmi)