Angkasa Pura 2

Aptrindo Pertanyakan Keseriusan Terapkan B-20 di Indonesia

Koridor OtomotifSenin, 13 Agustus 2018
IMG_20180813_120549

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Uji coba penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran minyak sawit atau BBN 20% atau dikenal B-20 perlu dikaji ulang. Paling tidak dilakukan uji ulang terutama pada kendaraan truk yang akan menjadi konsumen terbesar B-20 tersebut.

“Uji coba B-20 jangan hanya diterapkan pada kendaraan terbaru seperti Pajero, Panther yang nota bene kendaraan pribadi. Tapi, uji pula penggunaan B-20 pada truk-truk termasuk yang berusia tua yang masih beroperasi di Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum Aptrindo Kyatmaja Lookman dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, truk-truk yang beroperasi di Jabodetabek kini bukan hanya produksi terbaru. Masih banyak kendaraan beruisa tua, termasuk truk mercy “nonong” yang sudah berusia lebih dari 20 tahun.

“Masih bisakah mereka berjalan dengan B-20 itu? Atau perlu diuji apa dampaknya jika truk tua dipaksa menggunakan BBM B-20 itu,” pinta Kyatmaja.

Menurut pengusaha logistik itu, Pemerintah harus cermat dan ekstra hati-hati sebelum menerapkan satu kebijakan termasuk B-20 ini. “Uji coba harus lakukan berulang kali, dan termasuk dengan berbagai jenis kendaraan sampai kendaraan tua tapi masih dioperasikan,” papar Kyatmaja.

images-5

Uji Coba Yang Diperluas

Seperti diketahui, BPLJSPKB Bekasi mengklaim sudah melakukan uji emisi terhadap empat kendaraan dengan B-20. Semua lolos, dari sisi emisi gas buang. Tapi uji coba itu diteraapan pada kendaraan terbaru seperti Pajero. Selain itu, BBM yang dipakai uji coba dibeli dari SPBU umum khususnya di daerah Bekasi.

Ditambahkan Kyatmaja, BBM Biosolar yang ada di pasaran saat ini belum sampai B-20. Paling hanya B-7 sampai B-10. Selain itu, beberapa jenis kendaraan truk yang ada kini belum didesign untuk menggunakan B-20. “Pertanyaan kita sekarang, apa kita masih mau memaksakan menggunakan B-20 itu,” tanya Kyatmaja.

“Sebelum sampai batas waktu yang diwajibkan UU harus menggunakan B-20, 1 September 2018, harus dilakukan uji ulang. Lakukan uji ulang B-20 dengan sample yang lebih luas.”

Selanjutnya, sertakan kendaran truk termasuk yang berusia tua. “Mereka itulah yang akan menjadi konsumen B-20 terbesar nantinya. Jika mereka lolos, baru bisa diterapkan B-20 dengan optimal,” tandas Kyatmaja.(helmi)

loading...