Angkasa Pura 2

2019, Ada 20 Pelabuhan, 15 Bandara, dan 5 Terminal Akan Dilelang dengan Skema KPBU

Bandara Dermaga KoridorSenin, 20 Agustus 2018
Menhub KPBU 2019

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun infrastruktur transportasi dengan mengoptimalkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Langkah ini dilakukan untuk efisiensi belanja barang dan kita upayakan belanja modal itu makin banyak. Yang paling signifikan adalah kami mengupayakan proyek KPBU di berbagai suksektor perhubungan di Tanah Air.

“Saat ini, tercatat ada 15 bandara, 20 pelabuhan, 5 terminal yang kita lakukan suatu upaya KPBU. Artinya tidak ada lagi APBN yang kita bebankan pada 2019. Oleh karena itu kami bisa melakukan efisiensi lebih dari satu triliun,” terang Menhub Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers RUU APBN TA 2019 dan Nota Keuangan di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Menhub Budi Karya, bahwa skema KPBU ini bukan menjual proyek melainkan melakukan kerjasama konsesi dalam jangka waktu tertentu. Dan penerima konsesi akan menanggung seluruh biaya baik capital expenditure (capex) maupun operating expenditure (opex).

“Tolong dicatat, KPBU itu bukan menjual aset, tetapi mengkerjasamakan konsesi dalam waktu tertentu, biasanya 20-30 tahun. Otomatis si penerima konsesi, harus menanggung biaya-biaya baik itu capex maupun opex,” jelas Menhub Budi.

Beberapa bandar udara yang sudah dilakukan proses kerjasama diantaranya adalah bandar udara di Palangkaraya, Lampung, Bengkulu dan Sentani. Ke-empat bandara ini langsung di lakukan kerjasama dengan BUMN dengan biaya capex sekitar 1 miliar per bandara.

“Yang sudah itu Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, dan bandara lain di Lampung, Bengkulu, dan Sentani. Kita langsung kerjasamakan dengan BUMN, langsung tunjuk, kita kasih 57% dan yang 43% musti lelang. Satu bandara itu capex-nya Rp1 milliar,” tutup Menhub. (helmi)