Angkasa Pura 2

73 Tahun Kereta Api Iringi Kemajuan Negeri

EmplasemenSenin, 20 Agustus 2018
73_Tahun_KAI

JAKARTA (beritatrans.com) – 73 tahun Indonesia merdeka, perubahan dan pembangunan baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, dan transportasi semakin dapat dirasakan. Salah satu perkembangan yang begitu pesat di Negeri ini yaitu dalam aspek transportasi. Transportasi menjadi hal vital untuk mendukung kemajuan suatu Negara karena tidak bisa dipungkiri transportasi yang baik mendukung perpindahan barang dan penumpang dari satu tempat ketempat lain lebih mudah sehingga memperlancar proses bisnis yang berimbas pada kemajuan perekonomian.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai BUMN operator moda transportasi keretaapi di Indonesia terus melakukan inovasi dan turut andil memajukan roda perekonomian. KAI diperkuat dengan 28 ribu karyawan sehingga memberikan potensi untuk memunculkan ide-ide inovatif dalam meningkatkan pelayanannya.

Ide-ide inovatif ini didukung dengan kerja keras dan semangat melayani dari seluruh insan KAI. Hal ini menjadikan KAI sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa angkutan penumpang yang dapat diandalkan.

“Hal ini yang disadari KAI sehingga berbagai peningkatan pelayanan dilakukan di seluruh lini. Baik angkutan penumpang, barang, maupun asset serta bisnis yang dikelola anak usaha bisa terus sustain, dan memberikan nilai tambah yang besar bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Dirut KAI

Salah satu bukti KAI menjadi perusahaan yang mengedepankan pelayanan terutama pemanfaatan teknologi informasi yakni 6 penghargaan yang baru-baru ini diberikan oleh Contact Center World 2018. Salah satunya yakni penghargaan Gold Medal Winner pada kategori Best Use of Self-Service Technology.

Selain itu, baru-baru ini KAI juga mendapatkan penghargaan Anugerah Manajemen Indonesia 2018 yang diberikan oleh Majalah SWA dan PPM Manajemen. Hal ini karena KAI dinilai telah melakukan pengelolaan manajemen yang baik dengan berbagai transformasi.

Penghargaan dan kepercayaan tersebut merupakan buah kerja keras dan inovasi KAI selama ini. Jika ditilik, dalam 5 tahun ke belakang, beberapa inovasi dan pencapaian telah dilakukan KAI. Seperti pada tahun 2014, KAI telah menghadirkan aplikasi KAI Access dan mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM).

KAI Access merupakan aplikasi resmi yang dapat diakses di berbagai platform smartphone yang memudahkan calon penumpang untuk membeli tiket kereta api secara daring tanpa harus mengantre di loket stasiun. Sedangkan mesin CTM merupakan fasilitas di stasiun untuk memudahkan penumpang yang telah membeli tiket secara daring untuk mencetak tiketnya sendiri tanpa harus melalui loket.

Pada tahun 2015, KAI mewujudkan integrasi antarmoda dalam bidang angkutan barang dengan menghadirkan layanan KA Barang ke Jakarta International Container Terminal (JICT) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Selain itu, pada tahun 2015, KAI pun meluncurkan Rail Clinic yang juga dianugerahi rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia.

Rail Clinic merupakan wujud kepedulian social sebagian bagian dari Corporate SocialResponsibility (CSR) KAI. Rail Clinic menyediakan bantuan kesehatan secara gratis kepada masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, KAI sudah meluncurkan Rail Clinic generasi ke-4.

Pada tahun 2016, KAI memberlakukan sistem check-in dan boarding pass di stasiun-stasiun keberangkatan KA. Sistem ini berfungsi untuk mengakurasi manifest penumpang serta membuat pengaturan penumpang lebih tertata dan tertib. Sistem ini pun membuat penumpang lebih nyaman karena hanya penumpang bertiket yang datanya telah sesuai dengan jadwal 1 jam sebelum keberangkatan yang diperbolehkan boarding dan masuk ke peron.

REVISI INFOGRAFIS_1

Pada tahun 2017, KAI meluncurkan Kereta Ekonomi Premium. Rangkaian ini terdiri atas delapan kereta dengan kapasitas masing-masing 80 tempat duduk dan dua unit kereta premium untuk penumpang difabel, berkapasitas 64 tempat duduk di tiap kereta, sehingga kapasitas dalam setiap satu kali perjalanan adalah 768 seat. Selain itu, tempat duduknya sudah reclining, tersedia 4 TV di tiap kereta, dan interior kereta makan dengan desain mini bar.

Masih di tahun yang sama, KAI mengoperasikan Rail Library atau kereta pustaka. Rail Library ini dirangkaikan dengan Rail Clinic generasi ke-4 dan merupakan bagian dari CSR KAI. Selain ratusan buku, kereta ini juga dilengkapi dengan fasilitas belajar lain. Beberapa diantaranya adalah televisi untuk menyaksikan video edukasi, serta 6 unit komputer dengan layar sentuh yang terkoneksi dengan internet.

Pada 2 Oktober 2017, KAI telah menghadirkan e-boarding pass pada aplikasi KAI Access versi terbaru. E-boarding pass merupakan fasilitas yang dapat digunakan jika penumpang membeli tiket melalui aplikasi KAI Access. E-boarding pass akan muncul 2 jam sebelum keberangkatan dan memudahkan penumpang sehingga tidak perlu mengantre lagi di check-in counter. Penumpang dapat langsung menuju boarding gate dan menunjukkan barcode e-boarding pass pada aplikasi KAI Access di gadget saja. Pada tahun 2017, KAI berhasil mengangkut 394,2 juta penumpang.

Pada tahun 2018, KAI bahkan telah menorehkan beberapa catatan baru dalam sejarah perkeretaapian. Misalnya, di pembuka tahun ini, KAI telah mengoperasikan kereta api bandara pertama di Pulau Jawa bertajuk KA Bandara Soekarno-Hatta. Kereta ini awalnya menghubungkan Stasiun BNI City dan Basoetta. Namun, kini kereta ini sudah mengangkut penumpang yang ingin mengakses Basoetta dari Stasiun Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian, pada April 2018, KAI pun berhasil mengoperasikan kereta bandara kedua di Pulau Sumatera yakni KA Bandara Minangkabau bertajuk Minangkabau Ekspress. Kereta ini menghubungkan Stasiun Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau. Disusul dengan pengoperasian LRT pertama di Indonesia yakni LRT Sumatera Selatan pada awal Agustus 2018. LRT dengan teknologi third rail ini menghubungkan Stasiun DJKA dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin. Pengoperasian LRT ini pun untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 yang salah satunya dihelat di Kota Palembang.

Selain penuntasan penugasan prioritas nasional, KAI pun tetap konsisten menghadirkan peningkatan layanan di tugas existingnya. Sebut saja seperti rangkaian KA baru stainless steel dengan berbagai fasilitas yang di-upgrade, kereta sleeper seat yang memanjakan penumpang dengan layanan yang berkelas, dan kereta priority perorangan. Di sisi angkutan barang, KAI baru-baru ini telah menghadirkan layanan KA Angkutan Limbah. Ini merupakan KA Angkutan Limbah yang pertama di Indonesia. KAI juga telah menghadirkan portal angkutan barang yakni https://cargo.kai.id/ untuk meningkatkan kemudahan layanan angkutan barang yang menjadi salah satu media dalam memberikan informasi dan gambaran angkutan barang KAI. Pada tahun 2017, KAI berhasil mengangkut 40,1 juta ton angkutan barang.

Selain angkutan penumpang dan barang, KAI juga memaksimalkan aspek lainnya untuk mengoptimalkan pemasukan perusahaan. Pengelolaan asset menjadi salah satu upaya yang dilakukan. KAI merupakan BUMN yang memiliki aset yang besar dan jika dikelola dengan optimal akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Berbagai cara dilakukan oleh KAI dalam mendayagunakan asetnya, antara lain persewaan asset rumah dinas, persewaan space sekitar stasiun, persewaan periklanan di beberapa bagian space strategis milik KAI.

Selain itu, KAI juga mengelola asset dengan melestarikan bangunan cagar budaya kereta api. Hal ini dilakukan agar kedepannya bangunan tersebut tetap lestari dan dapat dinikmati masyarakat luas.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan mempertahankan keaslian bangunan dan merawatnya. KAI juga mengelola bangunan tersebut menjadi museum yang dapat dikunjungi masyarakat. Beberapa museum yang dikelola KAI yaitu Museum Ambarawa, Lawang Sewu, Sawah Lunto, dan Bondowoso. Melestarikan cagar budaya merupakan bentuk dedikasi KAI pada negeri. Upaya ini juga diharapkan dapat menarik para wisatawan.

KAI juga melakukan inovasi dalam bidang social dan kesehatan dengan program CSR. Selain melalui Rail Clinic yang saat kini telah dioperasikan hingga generasi ke-4, KAI juga membantu mendorong peningkatan perekonomian melalui pembinaan kepada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, danMenengah) di berbagai Daopdan Divre. Hal ini juga sebagai upaya untuk mendukung produk-produk lokal hasil karya anak bangsa.

“Berbagai hasil kerja dan pencapaian KAI merupakan prestasi bagi bangsa. Kepuasan pengguna jasa KA sebagai bagian dari masyarakat Indonesia merupakan apresiasi yang terbesar,” ujar Edi.
KAI terus bersemangat berkomiten membangun Negeri dengan integritas dan dedikasi. Selamat HUT ke-73 Republik Indonesia! Dirgahayu Indonesia! (aliy/Adv)