Angkasa Pura 2

Aturan Ganjil Genap di Jakarta Digugat ke MA

KoridorSenin, 20 Agustus 2018
Andri_Yansyah

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Kebiakan pemberlakukan ganjil genap yang diperluas di Kota Jakarta digugat ke Mahkamah Agung (MA).  Kebijakan tersebut dinilai tidak adil dan bertentangan dengan aturan dan kebijakan di atasnya.

Seperti diketahui, MA telah menerima gugatan uji materil aturan penerapan sistem kendaraan berpelat nomor ganjil genap di Jakarta. Uji materi pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap yang tertuang di dalam perkara HUM Nomor 57P/HUM/2018. Gugutan tersebut didaftarkan pada 13 Agustus 2018.

Pemohon uji materil ganjil genap atas nama Andrian Nizar. Adapun termohon uji materi tersebut yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Aturan tersebut termuat di dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 77/2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap Selama Asian Games 2018.

Terkait gugatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah menganggap, gugatan perluasan ganjil genap merupakan hak setiap warga Indonesia.

“Saya dari awal kan saya sudah bilang, itu adalah hak masyarakat. Jadi gugatan-gugatan yang disampaikan masyarakat sebenarnya adalah kesempatan buat kita menjelaskan duduk masalahnya, aturannya bagaimana, mekanisme seperti apa,” kata Andri di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Dia menambahkan, setiap aturan memiliki tujuan untuk kebaikan bersama. Misalnya, ganjil genap yang berpengaruh menurunkan angka kemacetan juga meminimalisir polusi udara di Jakarta.

“Kebijakan (ganjil-genap) dikeluarkan untuk apa, mengatasi apa dan sebagainya. Kita juga mempunyai kesempatan untuk menjelaskan semua,” tadas Andri.(helmi/berbagai sumber)