Angkasa Pura 2

DAMRI & PHRI Kerja Sama Besut Paket Wisata Taman Alun Kapuas-Tugu Khatulistiwa-Masjid Jami’ Pontianak

KoridorSenin, 20 Agustus 2018
Bus Damri Pontianak

PONTIANAK (BeritaTrans.com) – Asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Kalbar bersama Perum DAMRI menjajaki kerjasama untuk membuat paket wisata.

Uji trayek pun sukses dilakukan dengan rute Taman Alun Kapuas-Tugu Khatulistiwa-Masjid Jami’ Pontianak yang memakan waktu sekitar 2 jam.

General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Yulianto mengatakan Kota Pontianak memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

Berangkat dari keinginan memperkenalkan Sungai Kapuas keluar Kalbar ia bersama anggota PHRI Kalbar menggandeng pengelola kapal wisata menawarkan paket wisata sungai.

“Kami jalan sendiri tidak bisa. Kita punya armada, perhotelan punya konsumen dan bersama pengelola kapal wisata. Pertemuannya dengan PHRI Kalbar dan pengelola kapal wisata membawa inisiatif untuk menawarkan paket wisata sungai Kapuas,” ungkap Yulianto.

Bahkan ia berkomitmen akan mengantarkan tamunya menggunakan armada DAMRI meskipun hanya seorang tamu tanpa rombongan.

“Sisi lain melalui program ini kita ingin memperkenalkan Kota Pontianak ke masyarakat luar Kalbar. Harapan kita program city tour ini bisa berjalan dan berkelanjutan sehingga Kota Pontianak dikenal dunia,” ujarnya.

Sebagai perusahaan BUMN, diakui Yulianto pihaknya ingin berkontribusi lebih dalam memperkenalkan pariwisata kota. Namun di sisi lain, diakuinya pihaknya tak bisa bergerak sendiri tanpa kerjasama dan dukungan pihak lain.

Ia menargetkan paket city tour sudah launching dan terjual sebelum titik kulminasi.

“Mengenai tarif kita akan sesuaikan dengan apa yang mereka dapatkan, kesepakatan semua pihak kemana saja rute dan kuliner yang akan diberikan.

Targetnya dalam waktu dekat, pengennya bulan depan September, dalam minggu ini kita akan menetapkan tarif, selanjutnya akan dibahas pola operasionalnya dan lainnya,” ujarnya.

Sebagai bukti komitmen Damri, pasca beroperasi armada tidak hanya melayani tamu hotel yang ingin pelesiran namun masyarakat umum. Assisten Manager Usaha Perum Damri Cabang Pontianak, Ridwan mengatakan budaya di tepian sungai bahkan menjadi nilai jual bagi pengunjung wisata sungai.

“Kita mencoba berkolaborasi, kita juga menggandeng teman dari SMK sebagai guide. Kita tidak bisa berjalan sendiri perlu peran perhotelan dan berbagai pihak. Nilai budaya dan kegiatan masyarakat tepian sungai sebenarnya merupakan hal yang sangat menarik, itu yang perlu kita angkat menjadi nilai jual,” ujarnya.