Angkasa Pura 2

Laka Bus Tiban Inten, KNKT Akan Berikan Rekomendasi ke Kemenhub dan Kementerian PUPR

Destinasi KoridorSelasa, 28 Agustus 2018
images-3

IMG_20180827_190206

JAKARTA (BeritaTras.com) – Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kasus kecelakaan bus pariwisata PO Tiban Inten di Tol Cipali, sudah mendekati akhir. KNKT pun akan segera menyampaikan rekomendasi pada pihak terkait.

Mereka itu, paling tidak ada dua intansi yang terkait dan diberikan rekomendasi, yaitu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator dan Kementerian PUPR sebagai penanggungjawab pembangunan jalan.

“Akan disusun rekomendasi yang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait pengawasan terhadap operasional kendaraan pariwisata terutama yang terkait dengan pengawasan waktu kerja dan waktu istirahat pengemudi,” kata Ketua Tim Investigator KNKT Achmad Wildan, S.SiT, MT kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, dari beberapa kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan pariwisata, factor human error/ kelelahan pengemudi menjadi fakor yang cukup dominan. “Sementara, tak ditemukan instrument pengawasan terhadap waktu kerja pengemudi pada bus pariwisata baik dalam regulasi maupun SOP, jelas Wildan.

Tanggung jawab Pemerintah dalam penyelenggaraan angkutan pariwisata hanya diwujudkan melalui mekanisme perijinan kendaraan pariwisata yang melakukan verifikasi data administrasi dan teknis kendaraan bermotornya.

“Sedangkan mengenai Sistem Manajemen Keselamatan perusahaan belum menjadi perhatian. Sehingga sangat dimungkinkan seorang pengemudi bus pariwisata bekerja nonstop lebih dari 24 jam dan hal itu sangat berpotensi menimbulkan kelelahan akut yang akan berdampak pada kehilangan kontrol dalam mengemudi,” papar Wildan.

Jika tidak segera dilakukan pembenahan terhadap operasional angkutan pariwisata ini, menurut akademisi PKTJ itu, bukan hal yang mustahil jika bus pariwisata akan menjadi mesin pembunuh yang ampuh di jalanan;

Faktor Penyebab Fatalitas

Terkait vatalitas dalam kasus kecelakaan PO Tiban Inten itu, menurutt Wildan, KNKT akan menyusun rekomendasi yang ditujukan kepada Kementerian PUPR yang terkait dengan desain jembatan pada jalan tol dan desain rekayasa pada tiang jembatan/tiang PJU pada median jalan untuk melindungi pengguna jalan.

“Sedapat mungkin dihindari penggunaan tiang penyangga tengah pada pembangunan jembatan yang melintasi ruas jalan. Dan untuk jembatan eksisting dengan tiang tengah yang ada saat ini, perlu dirancang suatu desain rekayasa yang lebih ramah dan bisa memaafkan pengemudi yang lengah,” sebut Wildan.

Kelelahan pada pengemudi atau kerusakan teknis pada kendaraan itu adalah suatu hal bisa terjadi pada setiap kendaraan yang melintas di jalan. Namun seharusnya jalan kita didesain untuk dapat memaafkan kesalahan/kerusakan teknis dimaksud sehingga tidak perlu merenggut korban jiwa.

“Masalah ini sejalan dengan tujuan dari program keselamatan jalan Indonesia yaitu menurunkan angka fatalitas pada kecelakaan lalu lintas jalan,” tandas Wildan.(helmi