Angkasa Pura 2

Jalur KA Barru-Palanro Sulawesi Siap Operasi Akhir Tahun 2018

EmplasemenSelasa, 4 September 2018
IMG_20161019_081831

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sebentar lagi segmen jalur kereta api (KA) Barru-Palanro sebagai bagian pembangunan perkeretaapian di Pulau Sulawesi, khususnya di Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan akan rampung dan siap beroperasi akhir tahun 2018.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terus menyelesaikan pembangunan jalur KA yang akan menghubungkan Kota Makassar hingga Parepare sepanjang ±145 Km itu.

“Segmen Barru – Palanro sepanjang ± 44 Km ini telah dimulai sejak akhir tahun 2014 dan diharapkan pada akhir tahun 2018 ini sudah bisa dioperasikan,” jelaa Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Ditjen Perkeretaapian Zulmafendi ditulis Selasa (4/9/2018).

Dengan beroperasinya segmen itu, maka akan menjadi catatan tonggak sejarah perkeretaapian baru di Pulau Sulawesi yang juga dikenal sebagai Bumi Celebes. Pada zaman penjajahan Belanda, pernah beroperasi KA pada lintas Makassar – Takalar, pada periode kurun waktu tahun 1923 – 1930.

Pengoperasian KA lintas Makassar – Takalar ini kemudian berhenti beroperasi karena pertimbangan nilai ekonomis pada waktu itu.

“Pembangunan jalur KA ini juga merupakan implementasi dari rencana pemerintah yang tertuang dalam Rencana Induk Perkeretaapian(RIPNas) tahun 2030 dalam mewujudkan jalur KA Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara,” paparnya.

Tahap awal, Barru – Palanro, kegiatan pembangunan jalur KA tersebut masih menggunakan skema pendanaan melalui APBN. Namun, sebagai upaya untuk mendorong percepatan penyelesaian pembangunan jalur KA Makassar – Parepare dan dalam rangka mendorong partisipasi pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, Pemerintah memberikan kesempatan kepada para stakeholder untuk turut serta dalam pembangunan Jalur KA Makassar – Parepare.

Saat ini, Pemerintah masih dalam tahap meyeleksi para stakeholder yang berminat untuk turut serta dalam pembangunan Jalur KA Makassar – Parepare ini.

“Terdapat enam peserta dari tujuh pendaftar yang sudah lolos dari tahapan prakualifikasi dan berkomitmen untuk mempercepat proses seleksi ini sehingga penyelesaian jalur KA ini dapat segera terwujud,” ungkap dia.

Pemerintah berharap dengan beroperasinya kembali KA di Wilayah Sulawesi akan memberi dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Sulawesi dan mendorong mobilitas baik angkutan penumpang maupun angkutan barang serta dapat membuka lapangan pekerjaan.

Selain itu, ditambahkan Zulmafendi, pembangunan jalur KA lintas Makassar – Parepare ini nantinya akan terintegrasi dengan pelabuhan, bandar udara maupun pusat-pusat perekonomian di sepanjang lintas Makassar – Parepare yang akan berdampak kepada penurunan biaya transportasi. (omy)

loading...