Angkasa Pura 2

Kupas Tuntas Over Dimensi Over Loading Angkutan Barang, Tantangan dan Kebijakan

KoridorRabu, 5 September 2018
IMG-20180905-WA0024

IMG-20180905-WA0025

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Kupas Tuntas Kebijakan Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) pada Angkutan Barang” diselenggarakan kerja sama antara Polda Jawa Tengah dan DPD Aptrindo Jateng di Semarang, Rabu (5/9/2018).

Direktur Pembinaan Keselamatan Transportasi Darat M. Risal Wasal mewakili Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi hadir memberikan paparan dan pengarahan di hadapan seluruh peserta.

Risal menyampaikan bahwa terdapat kendala dalam pelaksanaan kebijakan penertiban ODOL angkutan barang yang masih menjadi tantangan.

“Diantaranya adanya kesan dari pengemudi bahwa pelaksanaan pemindahan muatan pada penertiban ini tebang pilih. Namun mereka menerima pada saat penandaan over dimensi pada kendaraan,” ujar Risal.

Selain itu, pada beberapa kasus, emilik kendaraan butuh waktu lama untuk memutuskan mau melakukan pemindahan barang yang berlebihan.

Hal itu kata dia tentu berdampak pada antrean dan penumpukan kendaraan yang melakukan pelanggaran di jembatan timbang.

“Penegakan hukum di jembatan timbang dilakukan secara bertahap yang diawali dari pelanggaran 100 persen dan komoditas yang mudah dipindahkan,” tutur dia.

Penerapan di jembatan timbangnya pun bertahap. Untuk awal dilaksanakan di tiga lokasi yakni Balonggandu, Losarang, dan Widang.

Menurut dia, dalam mencegah dan memerangi ODOL butuh kerja sama, koordinasi, kesadaran, dan komit semua pihak.

“Kepentingan bisnis tidak harus mengabaikan kerugian negara akibat ODOL,” pungkas Risal. (omy)