Angkasa Pura 2

Ada Jenderal di Bandara Semarang

BandaraKamis, 6 September 2018
IMG-20180906-WA0040

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ada Jenderal di Bandara Ahmad Yani Semarang. Tapi jangan salah persepsi dulu, ini bukanlah sosok jenderal yang sedang ada di bandara, namun penyempurnaan nama bagi Jenderal Ahmad Yani yang telah disematkan pada Bandara kelolaan Angkasa Pura I itu.

Ya, PT Angkasa Pura I (Persero) secara resmi menyempurnakan nama Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang menjadi Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Hal itu bukan tanpa alasan, namum sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KP. 974 pada 26 Juni 2018. Penyempurnaan nama tersebut dilakukan seiring mulai beroperasinya terminal baru bandara tersebut.

“Penyempurnaan nama bandara kebanggaan masyarakat Semarang ini merupakan salah satu komit Angkasa Pura I untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa pahlawan, khususnya Jenderal Ahmad Yani sebagai Pahlawan Revolusi yang memang berasal dari Jawa Tengah,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Faik menyampaikan, proses penyempurnaan nama bandara tersebut telah melewati pertimbangan pihak-pihak terkait, termasuk dengan Plt. Gubernur Jawa Tengah yang secara resmi telah melayangkan surat usulan perubahan nama Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada 18 Mei 2018 lalu.

“Kami akan memastikan penyempurnaan nama bandara ini tersampaikan dengan baik kepada seluruh pihak, sehingga tidak ada kekeliruan baik dalam hal penyebutan maupun dalam hal administrasi lainnya di masa mendatang,” tegasnya.

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mulanya bernama Pelabuhan Udara Kalibanteng, yang digunakan sebagai pangkalan udara TNI Angkatan Darat. Sejak 1 Oktober 1995, Angkasa Pura I mulai mengelola bandara tersebut untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan seiring perubahan status sebagai bandara sipil.

Pada 7 Juni 2018, Presiden RI Joko Widodo meresmikan pengoperasian terminal baru Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani ini. Pengembangan bandara yang menelan investasi lebih dari Rp2 triliun demi mengatasi problem “lack of capacity” di terminal lama.

Sebelumnya, kapasitas terminal hanya mampu menampung 800 ribu penumpang per tahun, namun telah melayani 4,4 juta penumpang pada 2017 .

Dengan kapasitas saat ini yang mampu menampung 6,9 juta penumpang per tahun, apron baru yang mampu menampung 12 pesawat, fasilitas 30 check-in counter, delapan eskalator dan elevator, serta tiga garbarata, diharapkan pengguna jasa bandara akan semakin nyaman berada di bandara.

“Pertumbuhan penumpang yang mencapai 10% setiap tahunnya telah memposisikan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai bandara bisnis yang potensial,” kata Faik. (omy)

loading...