Angkasa Pura 2

Pelabuhan Badas Tuan Rumah Pelaksanaan Puncak Sail Tambora 2018

Bandara DermagaJumat, 7 September 2018
IMG-20180907-WA0008

IMG-20180907-WA0007

SUMBAWA (BeritaTrans.com) – Pelabuhan Badas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018 yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo, Ahad (9/9/2018).

Sail Moyo Tambora ini bagian dari peran Kementerian Perhubungan (Kenhub) dalam turut mempromosikan sektor pariwisata NTB.

Sejumlah persiapan penyelenggaraan acara puncak Sail Moyo Tambora 2018 telah dilakukan Ditjen Perhubungan Laut agar acara puncak di Pelabuhan Badas tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.

Menurut Dirjen Perhubungan Laut R Agus H Purnomo, penyelenggaraan Sail Moyo Tambora 2018 merupakan momentum kebangkitan sektor pariwisata di NTB setelah sebelumnya terjadi bencana gempa bumi yang terjadi belakangan ini di Pulau Lombok dan sekitarnya.

“Kami turut berduka atas terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu yang menyebabkan korban jiwa dan hilangnya harta benda dan terlebih lagi kegiatan sektor pariwisata yang dapat dikatakan lumpuh. Oleh sebab itu dengan kegiatan Sail Moyo Tambora 2018 dapat menjadi momentum bagi kebangkitan Nusa Tenggara Barat,” ujar Agus.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman nomor 46 tahun 2018 yang telah diubah dengan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman nomor 59 tahun 2018 tentang Perubahan Panitia Nasional Penyelenggaraan Sail Moyo Tambora 2018, Menteri Perhubungan ditunjuk menjadi Ketua Panitia Pelaksana Pusat dengan Dirjen Perhubungan Laut sebagai Ketua Bidang Acara Puncak dan Dirjen Perhubungan Darat sebagai Ketua Bidang Perlengkapan, Akomodasi dan Fasilitas Umum.

Pelaksanaan Sail Moyo Tambora 2018 ini merupakan event tahunan Sail Indonesia 2018 yang bertujuan mempercepat pembangunan dan mempromosikan potensi wisata maritim Indonesia pada umumnya, dan Sumbawa pada khususnya.

“Sail Moyo Tambora diambil dari nama Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa dan Gunung Tambora di Dompu dan Bima. Moyo dan Tambora menjadi bagian dari kawasan SAMOTA (Saleh-Moyo-Tambora) yang memiliki potensi ekonomi maritim yang cukup besar dan merupakan kawasan konservasi hayati yang kaya dan beragam sebagai warisan kekayaan ekologi dunia,” katanya.

Adapun Moyo dan Tambora dianggap sangat tepat pas mewakili destinasi pariwisata Pulau Sumbawa karena kedua destinasi tersebut telah menjadi ikon wisata kelas dunia sehingga diharapkan Sail Moyo Tambora 2018 mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Plt. Direktur Lalulintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko menambahkan, pelaksanaan acara puncak akan menampilkan persembahan tarian daerah dari NTB, sailing pass, parade perahu nelayan masyarakat Kabupaten Sumbawa, pertunjukan drama teater, drumband, terjung payung, atraksi paramotor, penanaman pohon hingga penyelenggaraan pameran maritime (Maritim Expo).

Kemenhub kata dia juga memberikan dukungan transportasi dan akomodasi yang telah dipersiapkan antara lain 4 (empat) unit Kapal Negara yakni KN. Grantin, KN. Nusa Penida, KL. Bung Tomo, KL Hasanudin dan KM. Logistik Nusantara 4 yang dapat digunakan untuk penginapan. Menambah jumlah flight maskapai dan waktu oeprasional Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin agar dapat beroperasi hingga pukul 21.00 WITA, mengirimkan bantuan 30 bus serta fasilitas pendukung lainnya.

“Dengan digelarnya Sail Moyo Tambora 2018 ini, diharapkan bisa mendorong promosi potensi wisata di pulau Sumbawa, NTB, sekaligus menjadi ajang sinergitas antar Kementerian dan Lembaga dalam mendukung dan mensukseskan suatu event yang berskala internasional,” tutup Capt. Wisnu. (omy)

loading...