Angkasa Pura 2

Djoko: Penanganan Bus Wisata di Indonesia Belum Tuntas

Destinasi Koridor OtomotifMinggu, 9 September 2018
Djoko Setijowarno1

JAKARTA  (BeritaTrans.com) – Sejak kejadian kecelakaan bus pariwisata yang heboh di Puncak,   Jawa Barat tahun lalu, kejadian serupa masih sering terjadi.  Kasus terakhir kecelakaan bus pariwisata di Sukabumi dengan korban 23 orang neninggal dunia.

“Dan korban jiwa terus berjatuhan khususnya yang melibatkan bus pariwisata,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (9/9/2018).

Dikatakan, penanganan bus wisata di Indonesia belum tuntas. Faktanya,  tak banyak perubahan. Padahal,  sudah banyak usulan diberikan kala itu.

Seperti, lanjut Djoko,  membikin pusat informasi bus wisata di Kemenhub yang mudah diakses bagi calon pengguna bus wisata dan masyarakat umum.

“Pusat informasi itu berupa nama perusahaan, ijin operasi, kir terakhir, dan sebagainya,” papar Djoko.

Andai informasi itu sudah ada, menurut akademisi senior itu, tentu belum banyak publik  yang tahu (infornasi bus pariwisata).

Kerjasam 3 Kementerian

Djoko menambahkan, Kemenhub harus bekerjasama dengan Kemendagri dan Kemenpar untuk sosialisasi informasi mengenai bus pariwisata baik di pusat atau daerah.

“Pusat informasi bus pariwisata itu perlu, agar kecelakasn serupa tidak terulang lagi,” kilah  Djoko.

Kemengub atau juga Polri perlu menyelidiki lebih lanjut  terkait kasus kecelakaan bus pariwisata yang terua berulang di Indonesia.

“Hukum harus ditegakkan. Dan siapapun yang bersalah, harus diberikan sanksi yang setimpal. Tapi ingat, hukum harus adil,” pinta Djoko.

Jika ternya event organizer (EO) juga tidak cermat memilih bus pariwisata yang sesuai aturan, tambah Djoko,  maka pihak EO juga bisa dikenakan sanksi hukum.(helmi)