Angkasa Pura 2

Balita Meninggal di Dalam Pesawat Garuda

KokpitSelasa, 11 September 2018
Ngurah-Rai-Airport-1-1068x801

DENPASAR (BeritaTrans.com) – Seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia GA 439 dari Kupang ke Denpasar meninggal dunia dalam penerbangan, Senin (10/9/2018) sore.

Penumpang tersebut bernama Yohanes P Duka (5) duduk di kursi 34 H ditengah perjalanan membutuhkan perawatan intensif sehingga awak crew cabin menghubungi ATC Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk menyiapkan tim medis saat pesawat landing.

Sekitar pukul 15.27 Wita pesawat mendarat dengan baik dan Balita tersebut langsung mendapatkan prioritas utama untuk penanganan medis, namun tim medis menyatakan Yohanes telah meninggal dunia.

“Benar mengenai adanya penumpang yang meninggal kemarin penerbangan dari Kupang menuju ke Denpasar. Kami sudah melakukan penanganan sesuai prosedur penerbangan,” ucap Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia, Ikshan Rosan saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (11/9/2018).

Ia menyampaikan penumpang tersebut hendak melakukan pengobatan ke Denpasar Bali.

Selama penerbangan, terlihat Yohanes P Duka sedang sakit terutama bagian perutnya yang berbeda dengan balita lainnya, petugas mengkonfirmasi kepada keluarga yang mendampingi.

Dan disampaikan memang benar korban tengah mengalami sakit, lalu dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang menanyakan surat dokter guna melakukan penerbangan.

Keluarga pun memperlihatkan surat tersebut, surat keterangan laik terbang terhadap Yohanes pun di berikan.

Dimana nomor surat tersebut yakni No. SR.05.02/3/1299/2018 dari dokter pemeriksa Dr. Fany Angelia Djubida, dengan diagnosa Megacolon Congenital.

“Dari Dokter KKP disana (Kupang) mengizinkan penumpang terbang dan sesuai prosedur kami juga memperbolehkannya karena sudah memiliki surat rekomendasi tersebut. Tapi entah bagaimana saat di tengah penerbangan sebelum mendarat ia mengeluhkan kesakitan, crew cabin kami langsung sigap memberikan pertolongan dan menghubungi ATC Ngurah Rai,” ungkap Ikhsan.

Saat mengudara di sekitar Waingapu Capt. Pilot Sumarjono dan Pramugara Maklon Akal, menyaksikan bahwa korban Yohanes tidak sadarkan diri.

Begitu mendarat dan pesawat parkir di Apron B-6 dan mendapatkan prioritas utama turun dan langsung dibawa oleh Ambulance menuju RSUP Sanglah.

Namun tim medis saat itu menyatakan telah meninggal dunia saat mendarat.

Foto: ilustrasi pesawat Garuda hendak mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngirah Rai. (http://ericthetraveller.com)