Angkasa Pura 2

Whitesky Aviation Bangun Helipad di Bandara Soetta untuk Penerbangan ke Jakarta, Bogor & Bandung

KokpitSelasa, 11 September 2018
IMG-20171204-WA0014

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Penumpang pesawat maskapai Garuda Indonesia kini bisa melanjutkan penerbangannya dengan helikopter ke pusat kota setelah turun dari bandara. Sebaliknya, bagi mereka yang ingin menuju bandara dapat menumpang helikopter yang dioperasikan Whitesky Aviation.

Perusahaan jasa penerbangan helikopter tersebut menggandeng PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengembangkan pelayanan bagi penumpang dari dan ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Saat ini, Direktur Utama Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan tengah membangun landasan untuk helikopter (helipad) demi pengembangan bisnis.

“Nanti rampung pembangunan helipad di Cengkareng, habis itu commissioning dari Kementerian Perhubungan. Estimasinya Juni 2019,” ujarnya, Senin (10/9).

IMG_20180911_061549

Berdasarkan hitung-hitungan manajemen perusahaan, calon penumpang helikopter bisa merogoh kocek sekitar Rp6 juta – Rp8 juta untuk menyewa satu helikopter yang bisa ditumpangi hingga empat orang.

“Dari Cengkareng (Bandara Soekarno Hatta) ke tengah kota sekali terbang bisa Rp6-8 juta, kalau ke daerah yang dekat misal bisa Rp6 juta,” terang dia.

Garuda Indonesia sebagai mitra Whitesky Aviation akan membatu memasarkan fasilitas antar dan jemput dari Bandara Soetta.

Misalnya, penumpang dijemput dari salah satu titik di Jakarta. Kemudian, diantar sampai Bandara Soetta dan disediakan shuttle bus untuk sampai terminal tempat keberangkatan.

“Lalu, bsia juga dijemput dari bandara. Pas turun, lalu naik shuttle bus, naik helikopter,” imbuh dia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury bilang pihaknya dan Whitesky belum memutuskan untuk menetapkan tarif tiket helikopter untuk jasa antar dan jemput ke dan dari bandara.

“Whitesky sampai saat ini sistemnya kan masih carter, ini masih tahap penjajakan. Memang, ini ada waktu untuk memformulasikanya,” katanya.

Perusahaan pelat merah ini juga belum menentukan skema dari pembagian kerja sama dengan Whitesky Aviation ini. Namun, kata Pahala, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) tahun lalu.

Ke Bandung Dibanderol Rp16 Juta

Selain pusat kota Jakarta, masyarakat juga bisa menggunakan fasilitas helikopter dari Whitesky Aviation untuk tujuan Jakarta-Bandung. Dana yang perlu disiapkan untuk menyewa helikopter ke Bandung sebesar Rp16 juta.

“Pesannya dua jam sebelum berangkat,” tutur Denon.

Waktu tempuh Jakarta-Bandung menggunakan helikopter sekitar 45-50 menit. Selain itu, Whitesky Aviation juga menawarkan rute Jakarta-Bogor dengan waktu tempuh 15 menit.

“Lalu, untuk perjalanan bisnis yang biasa di atas gedung-gedung itu, itu bisa di Shangrila Hotel, Hotel Fairmont, dan sekitaran Senayan,” tandasnya Denon.

Untuk memesan helikopter milik Whitesky Aviation, masyarakat bisa mengunduh aplikasi Helicity di android dan iOS. Nantinya, masyarakat bisa memilih tujuan dan harga akan ditentukan oleh jauhnya jarak tempuh.

Sebelumnya maskapai itu mengemukakan heli city transport merupalam bentuk dari pindah dari contract basis business masuk ke end user basis business.

Ketua Maskapai Penerbangan Tidak Berjadwal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesian National Air Carriers Association/ INACA) ini menuturkan, pekerjaan berbasis kontrak biasanya didapatkan dari klien perusahaan minyak dan pertambangan.

Sementara itu, harga dan permintaan di komoditas tersebut tengah terpuruk sehingga berdampak pada turunnya permintaan di penerbangan charter. Kondisi ini, ujar Denon, memaksa perusahaan penerbangan charter melakukan diversifikasi usaha, salah satunya dengan menyediakan layanan helikopter ini.

Menurut Denon, potensi layanan heli city transport di Indonesia masih sangat besar. Sebagai perbandingan, pemilik populasi helikopter terbesar yaitu Amerika Serikat dengan jumlah populasi 12 ribu helikopter, diikuti oleh Kanada dengan 4 ribu helikopter, Australia dengan 2.500 helikopter, dan Brazil yang jumlah helikopternya mencapai sekitar 2 ribu helikopter.

“Indonesia dengan jumlah populasi (penduduk) nomor 4 di dunia itu cuma memiliki sekitar 200 helikopter. Itu untuk wilayah seluas Indonesia,” kata Denon.

Keuntungan dari layanan ini, kata Denon, pebisnis dapat menghemat waktu perjalanan jika menggunakan helikopter. Sebagai simulasi, jarak tempuh Jakarta-Bandung yang biasanya memakan waktu sekitar 2,5 – 4 jam bisa dipangkas menjadi 45 menit. Sementara untuk Jakarta – Cikampek bisa ditempuh hanya dalam 15 menit jika menggunakan helikopter.

Selama ini, lanjut Denon, biaya sewa helikopter dinilainya cukup tinggi sehingga peminatnya terbatas. Diketahui tarif rata-rata sewa helikopter per jam adalah Rp 35 juta, dengan minimal sewa per dua jam atau RP 70 juta. Oleh karenanya, Denon harus memutar otak agar biaya sewanya dapat turun dan sesuai kebutuhan pelanggan. Targetnya, pelanggan bisa menikmati layanan ini dengan mengeluarkan biaya paling tidak Rp 35 – Rp 40 juta saja.

“Kami sedang coba untuk breakdown cost layanan heli city transport. Cost-nya akan kita hitung benar-benar supaya lebih terjangkau,” tutur Denon.

Tahun ini, Denon telah menyiapkan lima helikopter untuk mengoperasikan layanan ini. Tahun depan, diharapkan dapat menambah dua unit helikopter lagi.

“Sekarang utilisasi helikopter saya per bulan itu masih 10 jam per helikopter. Target saya kalau misalnya heli city trasport ini successfull utilisasinya bisa 30 jam per helikoper per bulan,” kata Denon.

(moy/sumber: cnnindonesia.com).

loading...