Angkasa Pura 2

Kemenhub Akan Beri Sanksi Tegas Terkait Kasus Laka Bus Pariwisata di Sukabumi

KoridorRabu, 12 September 2018
IMG-20180912-WA0040

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memberikan sanksi tegas pada para pihak yang terbukti bersalah, dalam kasus kecelakaan bus pariwisata yang masuk ke jurang di Cikidang, Sukabumi dan menewaskan 23 orang dan 14 lainnya luka-luka.

“Sanksi pasti ada, tentunya setelah diakukan penydikan dan penyelidikan mendalam terkait kasus itu. Siapa yang salah, pasti diberikan sanksi sesuai UU,” kata Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi di Jakarta, Rabu (912/9/2018).

Saat ini, penyidik Polri tengah bekerja di lapangan. Seain itu, investigator KNKT juga sdah turun dan melakukan tugasnya di lapangan. “Di Ditbinkes, saya perintihkan untuk melakukan penyelidikan kasus itu,” kata Dirjen Budi.

Dikatakan, sanksi bisa diberikan kepada operator bus, OE (event organizer) yang menyewa bus bahkan bila perlu awak angkutan yang lalai atau tidak profesional bekerja sehingga mengakibatkan kecelakaan dan menelan korban jiwa,” jelas Dirjen Budi.

Dirjen Budi menambahkan, sanksi hukum pasti ada. Tapi,  bukan serta merta bisa langsung dijatuhkan pada para pihak yang diduga bersalah dan mempunyai kontribusi terjadinya kasus kecelakaan maut itu.

Saat ini, lanjut Dirjen Budi, pihak kepolisian sudah turun ke lapangan melakukan penyidikan dan penyelidikan kasus laka maut itu. “Itu dari sisi hukum pidana Polri yang melakukan,” cetus dia.

Tapi PPNS Ditjen Hubdat akan turun menyelidiki dan sanksinya bisa dalam bentuk sanksi administrasi. Misalnya, lisensi pengemudi maut itu dicabut atau lainnya. Kepada operator bus, bisa diberikan peringatan keras, pembekuan atau bahkan pencabutan izin operasi,” terang Dirjen Budi.

Sementara, terkait bus maut itu dipastikan tidak bisa beroperasi laku, karena mengalami rusak parah. “Hampir bisa dipastikan, tak laik jalan. Kalau tetap diizin beroperasi, bisa berbahaya dan menelan korban jiwa kembali,” tandas Dirjen Budi.(helmi)