Angkasa Pura 2

BPS, Sektor Transportasi Penyumbang Inflasi di Urutan Ketujuh

Another News Emplasemen Kokpit KoridorKamis, 13 September 2018
BPS Jakarta

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data per Agustus 2018 tentang sektor yang memberikan andil terhadap laju inflasi bulan Agustus tahun ini, salah satunya sektor transportasi. Tapi porsinya kecil, yaitu di urutan terakhir dari tujuh faktor penyumbang inflasi.

Sebelumnya, BPS melaporkan bahwa pada Agustus 2018 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Angka ini berbanding terbalik dibandingkan Juli 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,28 persen.

Deflasi Agustus 2018 tersebut lebih rendah dibandingkan Agustus 2017 yang mengalami deflasi sebesar 0,22 persen. Oleh karenanya tak tepat jika sebagian kalangan sering menuding sektor transportasi sebagai biang keladi ekonomi masyarakat karena biayanya yang cenderung tinggi.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan,‎ dengan deflasi ini berarti tingkat inflasi tahun kalender Januari-Agustus sebesar 2,13 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun Agustus 2018 ke Agustus 2018 3,20 persen.

Tercatat, ada tujuh sektor yang menjadi penyumbang terjadinya inflasi umum menurut kelompok pengeluaran rumah tangga di Indonesia.

Ketujuh sektor penyebab inflasi umum tersebut adalah, pertama bahan makanan, yang kedua adalah makanan jadi, minuman, rokok serta tembakau, kemudian ketiga perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar.

Faktor keempat yakni sandang, lalu kelima adalah kesehatan, keenam merupakan pendidikan, rekreasi, olahraga dan terakhir adalah transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Sedangkan berdasarkan komponen, ada tiga faktor penyebab inflasi Agustus 2018. Pertama, inti, kemudian kedua harga diatur pemerintah dan ketiga bergejolak.(helmi)