Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat akan Bentuk Tim Ad Hoc untuk Mengatasi Kasus Kecelakaan Matra Darat

KoridorKamis, 13 September 2018
Budi Setiyadi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) termasuk di jalan raya tak pernah diharapkan. Laka lantas masih menjadi mesin pembunuh yang menakutkan, di dunia termasuk Indonesia. Data Polri, sekitar 30.000 orang meninggal dunia dalam laka lantas setiap tahun di Indonesia.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan seluruh jajaran bekerja keras siang dan malam justru untuk mencegah dan mengeliminer dampak negatif dari setiap kecelakaan yang timbul di lapangan.

Mengantisipasi dan mengatasi kasus kecelakaan terjadi, Ditjen Perhubungan Darat terus bertindak cepat turun dan mengatasi masalah di lapangan.

“Berangkat dari kasus kecelakaan KM Sinar Bangun 5 di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), Ditjen Hubdat langsung membentuk tim Ad Hoc untuk menyelidiki dan menyelesaikan kasus itu, sampai tuntas,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, kemarin.

Pembentukan Tim Ad Hoc ini akan dijadikan model bagi Ditjen Hubdat untuk menyelesaikan setiap kasus laka di lapangan, baik di jalan raya, lintasan  penyeberangan, danau dan lainya.

“Tim Ad Hoc itu terdiri dari orang-orang ahli di bidangnya, dan mereka¬† akan bekerja turun ke lapangan membantu dan merumuskan formula terbaik untuk menyelesaikan masalah di lapangan,” jelas Dirjen Budi.

Dia menyebutkan, Tim Ad Hoc ini pula yang akan diturunkan untuk menyelesaikan kasus kecelakaan bus pariwisata di Jalan Raya Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat Sabtu (8/9/2018).
Kasus ini mencuat menjadi issu nasional, karena jumlah korban yang besar, yaitu 23 meninggal dunia dan 14 luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

Terkait kasus laka maut di Sukabumi, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi mengaku telah memerintahkan Direktur Pembinaan Keselamatan Transportasi (Dirbinkes) M. Risal Wasal untuk turun ke lapangan.

“Tim itu akan melakukan penyidikan dan penyelidikan untuk mencari solusi agar kasus laka maut itu tidak terulang kembali di masa mendatang,” tandas Dirjen Budi.(helmi)