Angkasa Pura 2

Sektor Perhubungan Darat Sudah Sepakat Menerapkan B20

Koridor OtomotifKamis, 13 September 2018
IMG-20180913-WA0004

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat)  berhasil menginisiasi dalam mendukung Pemerintah dalam penggunaan bahan bakar biodiesel (B20). Para pemangku kepentingan sudah bertemu dan sepakat untuk menerapkan aturan B20 khususnya di sektor transportasi.

“Artinya biodiesel B20 yang digunakan untuk kendaraan-kendaraan yang menjadi tanggungjawab saya sebagai Dirjen Perhubungan Darat  Di sektor transportasi darat sudah disepakati dan siap menggunakan B20,” kata Dirjen Budi Setiyadi kepasa pers di Jakarta, kemarin.

“Kini tinggal saya putaran lagi, satu kegiatan yang penting ada jaminan dari PT Pertamina (menyangkut) kualitas sehingga bahan bakarnya benar-benar B20 dimana yang 20% itu fame dan sisanya solar,” jelas Dirjen Budi.

Terkait peran serta Ditjen Hubdat dalam penggunaan Biodiesel (B20) pada sektor transportasi darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menginisiasi pertemuan dengan para pelaku usaha di sektor transportasi darat.

Dalam pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan para pelaku usaha transportasi darat untuk menggunakan bahan bakar biodiesel (B20).

“Saya mempertemukan antara para pelaku usaha yang ada dalam DPP Organda maupun ada dalam DPP Aptrindo, kemudian ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) dengan pihak APM yang pada intinya ini saya dapat kesepakatan,” sebut Dirjen Budi.

Sedikitnya  ada 4 poin yang sudah disepakati oleh pihak asosiasi termasuk juga pihak APM menyangkut beberapa pending issue yang membuat mereka masih agak ragu-ragu menggunakan ini,” ujar Dirjen  Budi Setiyadi.

Dirjen Budi menambahkan, kesepakatan ini telah ditandatangani oleh DPP Organda, DPP Aptrindo, ALFI, Gaikindo, Isuzu Astra Motor, IVECO, Mercedes Benz, HINO Motor dan Krama Yudha Tiga Berlian saat rapat yang diinisiasi oleh Ditjen Perhubungan Darat pada tanggal 7 September 2018.

Adapun kesepakatan pada rapat pembahasan penggunaan Biodiesel (B20) antara lain:

1. Agen Pemegang Merk (APM) menjamin produksi kendaraan baru telah siap menggunakan bahan bakar B20, dengan catatan memperpendek _sercvice_ berkala (penggantian oli dan saringan bahan bakar);

2. Asosiasi Pengusaha Angkutan mendukung penggunaan biodiesel B20 dengan catatan:
- Mendapatkan jaminan pemeliharaan dari APM terhadap kendala penggunaan sparepart, dan kepada APM diberi kesempatan untuk diskusi internal;
- Mendapat jaminan kualitas dan ketersediaan bahan bakar B20 dari Pemerintah (Pertamina dan Badan Usaha Bahan Bakar lainnya);

3. Untuk kendaraan yang diproduksi dibawah tahun 2016 (kendaraan lama):
- Asosiasi segera memberikan sosialisasi ke anggotanya untuk mempersiapkan kendaraan menggunakan biodiesel B20;
- APM akan memberikan petunjuk teknis penggunaan B20 kepada pelaku usaha angkutan melalui asosiasi atau perseorangan sesuai jenis, tipe dan tahun kendaraan;

4. Pemerintah mendorong peremajaan armada baru dengan menyiapkan stimulus perpajakan dan keuangan.(helmi)