Angkasa Pura 2

Tragedi Cikidang Jangan Terulang

Aksi Polisi Destinasi KoridorSenin, 17 September 2018
Djoko Setijowarno1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tragedi kecelakaan di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat (8/9/2018) sungguh dunia kelam bagi penyelenggaran pariwisata di Indonesia yang saat ini sedang meningkat. Bagaimana tidak, dalam cuaca cerah (sekitar jam 12.00), tiba -tiba bus terjun ke jurang di ketinggian 30 meter yang mengakibatkan 21 orang meninggal, 13 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan.

Direktorat Pembinaan Keselamatan, Ditjen Hubdat, Kemenhub akan melakukan langkah-langkah strategis untuk jangka pendek, seperti (1) untuk ruas jalan alternatif Cibadak-Cikidang-Pelabuhan Ratu dan sebaliknya harus dipasang pembatas fisik atau portal dan rambu larangan bagi kendaraan sedang keatas agar tidak boleh melintas, hanya kendaraan pribadi dan Elf saja yang boleh. Untuk kendaraan besar dapat melewati jalan nasional Cibadak-Pelabuhan Ratu;

(2) memasang kelengkapan keselamatan jalan sepanjang ruas jalan alternatif Cibadak-Cikidang-Pelabuhan Ratu; (3) untuk tikungan tajam dan berjurang seperti pada daerah kejadian perkara harus dipasang pengaman jalan berupa tembok beton/teknologi lainnya untuk menghindari jatuhnya kendaraan ke jurang;

(4) mewajibkan seluruh kendaraan yang akan di sewa untuk dilakukan inspeksi oleh pemilik angkutan dan mewajibkan seluruh bus pariwisata yang diberangkatkan untuk mengantar wisatawan masuk ke terminal asal guna dilakukan rampcheck di terminal tersebut.

Untuk rencana jangka menengah adalah (1) membuat Surat Edaran kepada seluruh Perusahaan Angkutan Umum untuk memeriksa kendaraan yang akan digunakan baik secara rutin maupun sebelum keberangkatan; (2) sosialisasi Keselamatan kepada Perusahaan Angkutan Pariwisata dan Penyelenggara Agen Perjalanan Angkutan Wisata;

(3) Deregulasi atas Pedoman Teknis Pelaksanaan Rampcheck Angkutan Umum; (4) pelaksanaan Rampcheck terhadap seluruh Angkutan Pariwisata yang akan melakukan perjalanan baik dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi/Kab/Kota, maupun oleh Perusahaan Angkutan Pariwisata; dan (5) pelaksanaan Rampcheck dilokasi  wisata dengan mengedepankan faktor pembinaan dan sosialisasi keselamatan.

Sementara rencana untuk jangka panjang adalah meneraplan Sistem Manajmenen Keselamatan (SMK) Perushaan Angkutan Umum, berupa (1) komitmen dan kebijakan, (2) manajemen dan pengorganisasian, (3) manajemen bahaya dan risiko,

(4) lnfrastruktur transportasi, (5) dokumentasi dan data, (6) pelatihan dan kompetensi, (7) tanggap darurat, (8) penyelidikan dan pelaporan kecelakaan, (9) pengukuran dan pemantauan kinerja, dan (10) audit dan evaluasi.

Kepolisian RI mengharapkan pada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan (1) pemasangan rambu lampu peringatan hati-hati (warning light) di tikungan tajam, (2) pemasangan rambu chevron di tikungan tajam atau rawan laka dari arah Cibadak ke Pelabuhan Ratu maupun sebaliknya,

(3) Membuat rumble strip, dan (4) pemasangan  rambu peringatan, rambu belokan dan rambu turunan, (5) pemasangan lampu penerangan jalan pada dua sisi dari arah Cibadak ke Pelabuhan Ratu maupun sebaliknya, (6) pemasangan cermin pantul di tikungan tajam, (7) pemasangan guardrail, (8) pemasangan mata kucing, (9) pemasangan marka penunjuk arah, dan (10) pemasangan paku marka.

Sementera rekomendasi pada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat adalah membuat jalur/tanggul keselamatan dan pelebaran jalan.

Peristiwa kecelakaan bus wisata di Cikidang menjadi pembelajaran penting bagi bangsa ini untuk memperbaiki sistem transportasi penyelenggaraan bus wisata.

Pusat Informasi Bus Wisata bisa segera dibuat oleh Kemenhub untuk membantu masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi yang jelas tentang armada bus yang akan digunakan.

Aktifitas pariwisata di Indonesia sekarang sedang meningkat, tentunya untuk aktivitas wisata yang menggunakan perjalanan darat dapat menggunakan fasilitas transportasi yang berkeselamatan.

*Djoko Setijowarno, Staf Peneliti Lab. Transporrtasi dan Pengajar Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata/ helmi