Angkasa Pura 2

16 Kapal Trans 1000 Layani Kali Adem-Kepulauan Seribu Mulai Oktober 2018

DermagaRabu, 19 September 2018
002304100_1537236974-IMG-20180917-WA0066__1_

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sarana transportasi angkutan laut Kepulauan Seribu saat ini masih belum menggunakan mekanisme dan sistem pengelolaan angkutan laut yang terintegrasi ke dalam suatu sistem yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah maupun Regulasi serta ketentuan penyelenggaraan dan pengelolaan angkutan penumpang perairan.

Sarana transportasi angkutan laut saat ini masih kurang memadai dan belum memenuhi syarat dan jaminan keselamatan serta keamanan penumpang selama pelayaran dan juga belum adanya ketersediaan angkutan khusus untuk distribusi kebutuhan pokok masyarakat di kepulauan seribu (kargo).

Kapal tradisional yang saat ini dijadikan andalan sebagai angkutan laut antar Kepulauan Seribu masih belum memiliki kelengkapan dokumen kapal sesuai ketentuan dan peraturan pelayaran, serta sertifikasi dari instansi terkait maupun dari Dinas Perhubungan, terutama sertifikasi IMO (International Maritime Organization) dan Sertifikasi BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) sehingga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tidak dapat terjamin sebagaimana mestinya.

Karenanya, sebanyak 16 kapal Trans 1000 siap berlayar untuk melayani wisatawan dan masyarakat Kepulauan Seribu pada Oktober 2018 nanti. Satu kapal Trans 1000 diklaim mampu menampung 200 orang.

Direktur Utama PT Trans 1000, Nana Suryana mengatakan, 16 kapal tersebut akan menggantikan kapal tradisional yang sekarang beroperasi di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara.

“Kapal cepat ini bermaterial alumunium kapasitas 200 penumpang. Mesin out boat 5 unit 350 PK. Ini mumpuni untuk di perairan teluk Jakarta, Kepulauan Seribu,” kata Nana kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Kapal ini untuk menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang ke Kepulauan Seribu. Karena selama ini, kapal tradisional tidak memiliki dokumen pelayaran.

Menurut Nana, kapal seharga Rp 16,6 miliar itu khusus untuk penumpang ke Kepulauan Seribu. Sementara kapal tradisional yang ada akan diremajakan agar bisa kembali berlayar. Tapi hanya untuk mengangkut barang. Untuk biaya peremajaan, akan dibantu oleh PT Trans 1000. Begitu juga perbaikan sarana dan prasarana.

“Nanti kita pakai e-ticketing. Kapal yang tradisional diremajakan secara bertahap. Ada integrasi kapal tradisional menjadi kapal modern dan kapal tradisional menjadi kapal kargo,” imbuh Nana.

DIRESMIKAN JOKOWI

Nana menyebutkan, pihaknya juga menggandeng POM AL untuk menjalankan operasional dan manajemen kapal cepat tersebut, khususnya pengamanan.

Dijadwalkan, Presiden Jokowi akan meresmikan beroperasinya kapal cepat tersebut. “Nanti Insyaallah Pak Presiden yang resmikan,” imbuh dia.

Kepala Koperasi POM AL Letkol laut PM Asep Sudrajat mengatakan, kerjasama ini mendukung program pemerintah dan membantu masyarakat khususnya bagi warga di Kepulauan Seribu.

Dia mengatakan, pihaknya akan menjalankan prosedur angkutan laut secara ketat. Tentunya kenyamanan dan keamanan warga dan wisatawan jadi yang utama.

“Kita akan memberi fasilitas layanan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat yang menggunakan jasa penyebrangan PT Trans 1000,” Asep memungkasi.

(Aisha/sumber dan foto utama: lioutan6.com).

loading...