Angkasa Pura 2

Badan Litbang Kembali Monitoring Pelaksanaan Survei ATTN Penumpang 2018

LitbangKamis, 20 September 2018
IMG_20180920_120725

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pergubungan kembali melakukan monitoring terhadap survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) Penumpang 2018.

“Monitoring kali ini kami fokuskan ke survei ATTN Penumpang di wilayah Indonesia tengah dan Timur, seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antar Moda Badan Litbang Perhubungan Imran Rasyid kepada beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Imran mengatakan, monitoring pelaksanaan survei ATTN Penumpang dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama memonitor survei ATTN Penumpang wilayah Sumatera, Jawa, dan Bali. Sedangkan gelombang kedua memonitor ATTN Penumpang di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Pada kegiatan monitoring gelombang pertama, Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo memonitor pekaksanaan survei ATTN Penumpang di Sumatera Selatan. Sedangkan Imran Rasyid memantau di wilayah Jawa Timur.

“Minitoring ini sangat penting dilakukan untuk melakukan uji sampling survei ATTN Penumpang yang berbasis big data atau data telepon seluler,” kata Imran.

IMG-20180909-WA0018

Big data telepon seluler hanya menyajikan data pergerakan orang dari satu titik ke titik tertentu. Sedangkan alat angkut atau alat transportasi yang digunakan tidak terdata.

“Makanya kami tetap turun melakukan survei ke lapangan secara random. Tujuannya untuk mengetahui alat transportasi apa yang digunakan penumpang. Apakah sepeda motor, bus, mobil pribadi, truk, kereta api, pesawat terbang, kapal laut, atau alat transportasi lainnya,” tutur Imran.

Selain itu, sambung Imran, survei lapangan juga untuk mengetahui prosentase jumlah penumpang yang menggunakan operator telepon seluler Telkomsel dibandingkan dengan operator telepon seluler lainnya. Sebab, big data yang digunakan oleh Badan Litbang adalah hasil kerja sama dengan provider Telkomsel.

Imran kembali menyampaikan sebagaimana yang ditegaskan oleh Kepala Badan Litbang Perhubungan Ir. Sugihardjo, M.Si., di berbagai kesempatan, bahwa masyarakat tidak perlu khawatir data-data pribadinya akan terbuka ke publik dan disalahgunakan. Metode survei big data hanya mengambil data pergerakan orang saja.

“Sedangkan data-data yang bersifat pribadi seperti nama, alamat, nomor KTP, nomor KK, dan data-data pribadi lainnya tidak kami ambil. Tetap aman tersimpan di provider telepon seluler, sesuai dengan nota kerja sama yang disepakati dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,,” kata Imran. (aliy)