Angkasa Pura 2

Cegah Pungli, Ditjen Hubdat Terapkan e-Tilang di 11 Jembatan Timbang

KoridorKamis, 20 September 2018
IMG-20180920-WA0011

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Darat  (Hubdat) Kementerian Perhubungan sudah  menerapkan e-tilang di jembatan timbang. Para pihak yang terbukti melanggar dan harus membayar tilang cukup membayar melalui ATM atau melalui kantor BRI. Sistem tilang online  dimaksudkan untuk memberantas pungli khususnya di jembatan timbang (JT).

“Mereka bisa membayar  sendiri melalui ATM atau ke BRI. Bukti pembayarannya digunakan untuk mengambil barang bukti (Buku KIR, Kartu Pengawasan di JT yang bersangkutan,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Saat ini, lanjut dia, sistem e-tilang sudah diberlakukan di 11 JT. Akhir September 2018 ditargetkan bertanbah menjadi 43 JT di lndonesia.

“Pembayaran denda secara online akan lebih cepat, mudah dan murah karena  tak ada biaya tambahan seperti pungli atau apapun,” kata Dirjen Budi.

Dengan  pemberlakukan e-tilang ini, para pengemudi yang melanggar ODOL tak perlu membayar ke oknum petugas  JT. “E-tilang merupakan langkah maju untuk menghilan gkan stigma JT sebagai sarang pungli dan pelayanan lamban,” jelas Dirjen Budi.

Kepada para pelanggar, aku Dirjen dikenakan denda maksimal Rp500 ribu. Jika nanti diputuskan dendanya dibawah itu seperti Rp200 ribu, maka sisanya akan langsung dikembalikan ke rekening yang bersangkutan,” papar mantan pati Polri itu.

Selama ini dalam pantauan di Bekasi dan Indramayu, pengadilan menjatuhlan denda berkisarn Rp150 ribu sampai Rp250 ribu. “Jadi kelebihan bayar akan dikembalikan ke rekening yang bersangkutan,” terang Dirjen Budi didampingi Sekditjen Hubdat  Cucu Mulyana itu.

Prosea pengemaian oleh pihak bank BTI selama ini cukup cepat. Cuma tenggat waktunya bervariasi sesauai masalah yang terjadi di lapangan. “Tapi, kita menjamin waktu pengembalian lebih cepat,” sebut Dirjen Budi.

Sebagai perbandingan, debgan tilang manual biasanya sepekan kemudian baru sidang. Dan setelah ketok palu, sekitar empat hari uang susah cair.

“Itu kalau tilang manual.  Dengan e-tilang akan lebih cepat. Dan tidak ada penitipan atau lainnya, karena denda langsung dibayarkan via ATM atau ke BRI,” tegas Dirjen Budi.(helmi)