Angkasa Pura 2

Angkasa Pura II dan Kemenhub Sepakat Alihkelola Bandara H. AS. Hanandjoeddin

BandaraJumat, 21 September 2018
IMG_20180921_092500

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bersama PT Angkasa Pura 2 telah sepakat melakukan alihkelola Bandara H. AS. Hanandjoeddin, Belitung. Nota kesepakatan ditanda tangani oleh kedua belah pihak di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Soekarno dalam sambutannya nengatakan, alih kelola ini banyak memiliki manfaat bagi kedua belah pihak, termasuk manfaat yang akan dirasakan masyarakat sebagai konsumen.

“Salah satu manfaatnya bagi pemerintah adalah dapat mengurangi beban APBN. Apalagi jangka waktunya cukup lama yaitu antara 25 hingga 30 tahun,” kata Pramintohadi.

Dengan demikian, lanjut Pramintohadi, APBN yang seharusnya dialokasi untuk pembiayaan bandara tersebut dapat dialihkan untuk program pemerintah yang lain.

Pramintohadi berharap, PT Angkasa Pura 2 dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Bandara H. AS. Hanandjoeddin. Sehingga dapat memberikan payanan dan manfaat kepada masyarakat yang lebih baik.

Direktur Utama PT Angkasa Pura 2 Muhammad Awaluddin menyampaikan terima kasih kepada pemeribtntah yang memberikan kepercayaan untuk mengaligkelolakan bandara-bandaranya.

“Kepercayaan pemerintah ini akan kami jalankan sebaik mungkin dengan prinsip-prinsip good governance untuk menjaga aset pemerintah,” kata Awaluddin.

Awaluddin menegaskan bahwa Bandara H. AS. Hanandjoeedin menggunakan pola KSP atau Kerja Sama Pengelolaan, artinya semua aset bandara tersebut tetap milik Kementerian Perhubungan.

“Angkasa Pura 2 nanti hanya menambah dan memperbaiki berbagai fasilitas yang telah ada,” katanya.

Salah satu rencana yang segera dilakukan oleh Angkasa Pura 2 adalah membangun terminal penumpang dengan kapasitas sekitar 2 juta orang per tahun. Kapasitas terminal penumpang Bandara H. AS. Hanandjoeddin sekarang hanya sekitar 250 ribu hingga 300 ribu penumpang per tahun.

“Kami telah mengalokasikan dana sekitar Rp450 miliar untuk membangun Bandara H. AS. Hanandjoeddin,” kata Awal. (aliy)

loading...