Angkasa Pura 2

Perlu Membangun Integrasi Antàrmoda Transportasi Yang Baik di Tanah Air

Bandara Dermaga Emplasemen KoridorSabtu, 22 September 2018
IMG-20180922-WA0027

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Animo masyarakat untuk menggunakan moda  transportasi kereta api (KA) dan juga pesawat udara  sangat tinggi.  Hal itu bisa dilihat dari panjangnya antrean di loket seperti Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen dan juga di Bandara Soetta pada akhir pekan atau libur panjang.

“Kondisi) Akan menjadi lebih baik kalau ada konektivitas terintegrasi antarmoda yang aman dan nyaman disediakan menyesuaikan dengan jadwal KA,” kata pengamat transportasi dan mantan Kepala BPSDMP Dedy Darmawan di Jakarta, kemarin.

Dengan integrasi yang bagus, lanjut dia,  mungkin tidak perlu harus tidur di stasiun. “Sayang, integrasi antarmoda transportasi  ini yang belum semua terbangun,” jelas Dedy.

Menurutnya, transportasi yang selamat, aman, nyaman dan lancar, memang harus menjadi kesepakatan dan konsentrasi seluruh stake holders.

“Akan sangat tidak ada artinya konsentrasi itu kalau hanya mendahulukan kepentingan bisnis,” kilah Dedy.

Sebelumnya,  akademisi Unika Soegijopranoto Semarang, posting gambar calon penumpang KA di Stasiun Pasar Senen (10/9/2018) silam, banyak calon penumpang tidur di peron dan ruang tunggu stasiun.

“Mereka rela datang dini hari bahkab tidur di Stasiun Senen, Jakarta Pusat agar tak terlambat naik kereta esok hari,” sebut Djoko.

Banyak calon penumpang yang tidur di stasiun merupakan indikasinya bahwa animo masyarakat naik KA cukup tinggi.

Baik Dedy atau Djoko sepakat, perlu membangun integrasi antarmoda transportasi di Indonesia terutama Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia.

“Jadi ada moda angkutan yang menghubungkan antara kawasan pemukiman, terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan.  Jika semua itu bisa diwujudkan,  akan menekan biaya logistik. Layanan transportasi murah, cepat, aman dan selamat,” tandas Djoko.(helmi)