Angkasa Pura 2

Wisuda Gabungan di Makassar, BPSDMP: Transportasi Laut Selalu Mengacu Pada Ketentuan Internasional

SDMMinggu, 23 September 2018
FB_IMG_1537697865785

FB_IMG_1537698207773

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Transportasi laut di negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki peran yang sangat strategis. Sebagai sarana transportasi manusia dan atau barang yang dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Oleh karenanya,  perlu terus ditumbuh kembangkan potensinya dan ditingkatkan perannya sehingga mampu memberikan kontribusi pada Pembangunan Nasional terutama di bidang perekonomian dengan tetap mengutamakan keselamatan transportasi,” kata Kepala BPSDM Perhubungan Ir. Umiyatun Hayati Triastuti saat  wisuda gabungan BP2IP Barombong dan PIP Makassar, Selasa (4/9/2018) silam.

Untuk tetap konsisten dalam mengutamakan keselamatan, lanjut Hayati saat mewakili Menhub itu, hendaknya transportasi laut selalu mengacu pada beberapa ketentuan Internasional, khususnya Safety Of Life at Sea (SOLAS) 1974 untuk minimum standar keselamatan konstruksi kapal dan perlengkapan pendukung keselamatannya.

Selain itu, para pelaut Indonesia harus comply  Standard of Training, Certification and Watchkeeping For Seafarer (STCW) 1978 beserta amandemenya  sebagai minimum standar dalam pembentukan kompetensi untuk awak kapal.

Perlu diingatkan kembali, jelas Hayati,  sejak Januari 2012 Indonesia telah menyatakan siap mengimplementasikan STCW amandemen 2010. “Untuk itu diperlukan komitmen kita bersama untuk memberikan perhatian dan langkah tindak lanjut secara terus-menerus dalam pengimplementasiannya,” pesan dia.

Saat membacara sambutan  Menteri Perhubungan, Hayati juga mengingatkan kepada para perwira pelaut untuk terus berusaha dan saling bahu membahu melakukan percepatan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk dapat memenuhi tuntutan dari STCW Amandemen 2010.

“Dengan demikian,  Indonesia akan tetap mendapatkan pengakuan White List dari International Maritime Organisation (IMO),” pinta Menhub Budi Karya lagi.

FB_IMG_1537697879698

Manfaatkan 6 Kapal Latih

Berkaitan dengan implementasi STCW amandemen 2010 dan dalam rangka meningkat kwalitas pendidikan dan pelatihan kepelautan, menurut Menhub,  Kementerian Perhubungan  melalui BPSDM Perhubungan telah membangun 6 kapal latih.

“Pada tahun 2017 kapal-kapal latih tersebut telah didistribusikan kepada UPT Diklat di bawah Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut. Saat ini UPT-UPT diklat tersebut telah memanfaatkan keenam kapal  latih yang ada untuk memberikan pelatihan bagi peserta didik khususnya pembelajaran praktik sehingga diharapkan mereka akan dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya sebelum terjun ke dunia kerja,” papar Menhub lagi.

Dengan terciptanya tenaga-tenaga pelaut yang professional, handal dan berdaya saing, besar harapan agar kiranya  dapat mendukung program pemerintah  tentang tol laut. “Yaitu mampu menghubungkan pelabuhan pelabuhan di wilayah Nusantara serta menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” tegas Menhub.(helmi)

loading...